Wanita lebih rentan mengalami stress dibanding pria, ini alasannya

Stress bukan lagi hal yang baru bagi kita. Bahkan, bagi beberapa orang, stress sudah termasuk ke dalam rutinitas yang tidak bisa dihindari. Bagaimana tidak, setiap harinya kita mau tidak mau harus bergelut dengan segala persoalan yang menghampiri dan menyesakkan dada. Persoalan yang berujung stress tidak melulu disebabkan oleh hal yang bebobot saja, tetapi yang sepele juga. Salah satu contonya ketika anda terjebak macet padahal ada hal penting yang harus anda kejar.

Apa yang akan anda rasakan? jengkel bukan? Sebenarnya, stress tidak akan terjadi anda memiliki mental yang kuat. Mereka yang memiliki mental yang kuat tidak terlalu dipusingkan dengan berbagai hal yang datang menghampiri dan akan bersikap baik-baik saja. Namun sayang, jarang sekali orang yang bersikap demikian. Tidak semua orang memiliki sikap ini. Kebanyakan, dari mereka memiliki sisi sensitif yang tinggi. Tidak jarang juga orang yang mengekpresikan diri dengan cara yang berlebihan ketika stres.

Parah tidaknya tingkat stress sebenarnya tidak tergantung dari permasalahan yang dihadapi, tetapi dari bagaimana diri menyikapi hal tersebut. Misal, ketika nilai rapot merosot. Si A merasa sedih dan lebih banyak diam merenungi kesalahnnya. Si B bersikap santai dan tidak perduli dengan apa yang terjadi, sedangkan Si C akan bangkit dan membuktikan bahwa dirinya akan lebih baik. Intinya, setiap orang memiliki pembawaan diri masing-masing yang tidak bisa disamakan dengan yang lainnya. Bukan hanya bergantung pada bawaan pribadi saja, faktanya faktor gen juga mempengaruhi tingkat stress seseorang. Menurut penelitian, kaum wanita lebih rentan mengalami stress dibanding laki-laki. Benarkah?

Benarkah wanita lebih rentan mengalami stres dibanding pria?

Kenapa harus wanita? Apa ini artinya pria tidak bisa mengalami stres? Tidak. hanya saja penelitian menunjukan jika stres yang sering terjadi dominan menyerang wanita. Karena kenapa? wanita memiliki sisi lembut yang pria tidak miliki. Yap, seperti yang kita tahu, wanita itu selalu baper saat mengalami setiap permasalahan hidupnya. Apalagi, usai putus cinta, pola hidup mereka menjadi tidak beraturan dan dipenuhi air mata.

Nampakkah pria seperti itu? Tidak. kaum pria malah bersorak ria menyambut status barunya. Adakah lelaki yang merengek-rengek nangis setiap hari, nyetel lagu galau setiap malam, menulis nama dia di diary pink miliknya, mogok makan, mogok minum, mogok bernafas sampai mogok hidup. Ada kah? Mungkin ada, tapi jarang sekali. Bukan berarti lelaki selalu kuat, tidak bisa galau atau sedih. Tidak, faktanya justru laki-laki lebih parah lagi. Mereka justru menyimpan banyak sakit untuk ditelan sendiri tanpa memperlihatkannya kepada oranglain.

Baik wanita  ataupun pria, sama-sama memiliki kesempatan untuk mengalami stres tingkat berat bahkan kegilaan ketika menghadapi suatu persoalan yang menghadapinya. Namun, wanita lebih rentan sekali dibanding pria. Apa sih yang menyebabkan ini terjadi? Bukan tanpa alasan. Penelitian menyatakan demikian berdasarkan beberapa faktor yang menguatkannya.

  • Faktor biologis. Wanita memiliki susunan genetika yang cenderung memudahkan dirinya terserang stress. Selain itu wanita juga mudah mengalami stres ketika perubahan hormon, berbeda dengan pria yang bahkan tidak terpengaruh ketika perubahan hormon terjadi.
  • Faktor psikologi.Kebanyakan wanita adalah tipe pemikir keras. Mereka akan cenderung memikirkan suatu hal secara mendalam. Meskipun hal itu bertujuan positif untuk menanggulangi suatu masalah, terlalu banyak berpikir juga merupakan penyebab kuat mengapa wanita rentan mengalami stress.
  • Faktor lingkungan. Penyebab stres terakhir yakni faktor lingkungan. Tempat kerja, rekan kerja, lingkungan sekitar rumah, merupakan komponen pendukung seseorang mengalami stres. Kuncinya adalah, bagaimana anda bisa menyikapi hal tersebut.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *