Usia paling baik bagi anak untuk disunat

Bukan soal fisik saja, pria dan wanita memiliki banyak perbedaan yang memisahkan keduanya. Perbedaan spesifik yang paling kita kenal misalnya pria tumbuh janggut dan kumis yang terus memanjang tapi wanita tidak, wanita memiliki payudara yang menonjol tapi pria tidak, wanita mengalami menstruasi tapi lelaki tidak. Perbedaan lain yang paling menonjol yakni pada bagian kelaminnya. Yap wanita dan pria memiliki ciri dan bentuk kelamin yang berbeda.

Begitupun cara perawatannya. Laki-laki memiliki cara tersendiri yang tidak dialami wanita yakni sunatan. Sudah akrab bukan dengan istilah ini? Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sunat merupakan kewajiban yang harus dilakukan kaum pria khususnya dalam pandangan islam.Bukan hanya melirik soal agama saja, faktanya sunat telah dianjurkan oleh medis karena memberi banyak manfaat bagi organ reproduksi laki-laki.

Yap, laki-laki yang telah disunat memiliki resiko terkena penyakit kelamin yang sangat rendah sekali. Meskipun pada umumnya penyakit bisa datang kapan saja selagi ada peluang yang memungkinkan, namun dengan dialakukannya sunat penyakit yang menyerang organ vital bisa lebih diminimalisir. Bagaimana sih disunat itu?Sunat adalah pemotongan kulit penis bagian depan, yang menutupi kepala penis. Kenapa harus dipotong? apa sih manfaatnya?

Apa sih manfaat sunat?

Banyak orang yang beranggapan bahwa sunat hanyalah tradisi agama islam saja, sehingga yang muncul hanyalah pernyataan bahwa “sunat merupakan tradisi umat islam” Dan ini adalah kesalahan yang harus di benarkan. Selain menjalankan perintah agama, sunat menurut ilmu medis sendiri memiliki manfaat yang harus kita ketahui.

Apa manfaatnya? Kulit ujung penis (bagian yang disunat) mengandung smegma yang merupakan zat berwarna putih dan kental yang mengandung sisa sel-sel yang mati. Jika tidak disunat (dipotong) smegma akan menempel di bawah kulit kelamin yang menyebabkan timbulnya bau tidak sedap dan tempat tumbuhnya kuman dan bakteri yang paling stategis.

Lama-kelamaan hal ini akan menyebabkan infeksi yang cukup serius. Itulah mengapa sunat dianjurkan bagi kaum pria. Bukan hanya memandang soal kewajiban agama saja. Karena pada faktanya sunat memiliki tujuan yang sangat baik dan berguna. Bagaimana dengan mereka yang tidak disunat? anak laki-laki yang tidak disunat dapat diajarkan untuk mencuci alat kelaminnya secara rutin saat mandi untuk menghilangkan smegma.

Tentunya bukan hanya sekedar mencuci saja, tetapi membersihkannya dengan teliti. Pembersihan ini harus dilakukan secara rutin untuk meminimalisir adanya smegma yang terselip. Lebih ribet lagi bukan? Bagaimana ketika lupa? bagaimana jika ancaman virus datang begitu saja? Solusi yang lebih baik yakni dengan disunat. Dengan begitu, kebersihan organ intim lebih diminimalisir lagi, setidaknya ancaman virus, bakteri dan kuman tidak terlalu tinggi jika smegma telah dihilangkan (disunat).

Kapan waktu yang tepat bagi anak untuk melakukan sunat?

Pada umumnya, sunatan biasa dilakukan pada anak yang mulai besar sekitaran usia 7-8 tahun. Mengapa orang tua menyuruh anaknya sunat ketika dia beranjak besar?

Mereka berpendapat bahwa anak yang berada pada usia tersebut memiliki mental dam fisik yang lebih matang saat melakukan sunatan. Benarkah? Ternyata tidak, ketika memasuki usia yang lebih besar lagi anak lebih mengerti lagi apa yang akan dilakukan padanya.

Karena itulah tidak jarang anak yang berusaha kabur, berontak dan melakukan berbagai cara untuk tidak melakukan sunat, bahkan pada usia ini anak lebih rentan mengalami trauma berat yang akan dibawanya hingga dewasa. Ini lebih menyulitkan lagi. Lalu pada usia berapa seharusnya anak melakukan sunat? Dokter Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Rumah Sunatan mengungkapkan, anak sebaiknya sudah sunat pada usia di bawah 6 bulan atau saat masih bayi. Mengapa demikian?

Bayi yang disunat memiliki risiko lebih kecil untuk terkena infeksi saluran kencing akibat bakteri ataupun jamur daripada bayi yang tidak disunat. Infeksi saluran kencing merupakan salah satu hal yang paling sering menjadi penyebab demam pada anak-anak.Selain itu, dalam jangka panjang sunat juga dapat membatu mencegah kanker penis setelah anak dewasa.

Pasalnya, dengan melakukan sunat maka kelamin pria akan menjadi lebih bersih sehingga mencegah infeksi virus dan pertumbuhan sel kanker.Sebelum usia 6 bulan anak tidak akan mengalami trauma saat sunat karena keterbatasan ingatannya ketika masih balita. Kenapa harus sebelum 6 bulan? Pada usia dibawah 6 bulan anak masih belum belajar tengkurap sehingga meminimalisir gesekan yang mungkin dilakukannya.

Sunat sejak bayi juga bisa mengatasi masalah kesehatan pada organ reproduksi pria, seperti fimosis. Apa itu Fimosis? merupakan kondisi penyempitan dari ujung kulit depan penis atau bagian kulup tak bisa ditarik ke belakang. Fimosis menyebabkan bagian kulit penis mudah kotor dan akhirnya terinfeksi. Lama kelamaan, bisa terjadi infeksi saluran kemih. Untuk mencegah infeksi, fimosis pun harus segera diatasi dengan sunat sejak bayi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *