Umur 7 tahun masih ngompol di celana? Lakukan 5 tips ini untuk menghentikannya

Bagian paling menyenangkan dalam mengasuh anak yakni melihat perkembangannya pada masa balita, dari mulai belajar menyamping, tengkurap, duduk hingga dia bisa belajar berjalan, pada masa itu anak sedang pada masa gemas-gemasnya hingga tidak heran jika para orangtua kerap mengabadikan tingkah lakunya. Meskipun pada saat itu anak masih melakukan hal-hal spontan seperti buang air kecil dan buang air besar di mana saja orangtua masih saja tersenyum.

Hal seperti itu sudah wajar terjadi, malah terkesan aneh jika anak pada usia bayi bisa pergi ke wc sendirian. Keterbatasan kemampuan ketika itu membuat bayi mau tidak mau mengompol dan BAB di tempatnya dan ini sudah seharusnya kita maklumi. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini akan berhenti juga. Setiap anak akan berhenti melakukan kebiasaan ini pada usia-usia yang berbeda.

Beberapa anak akan berhenti ngompol pada usia 4-5 tahun, tidak sedikit juga yang sudah pintar ke wc di usia 3 tahun. Untuk kasus yang parah bahkan beberapa anak masih mengompol pada usia 7-10 tahun. Usia 7-10 tahun bukan lagi usia yang harus selalu diawasi orangtua, pada saat itu anak sudah harus membiasakan diri bersosialisasi dengan lingkungan luar, melakukan hal sendiri seperti mandi, berpakaian, termasuk mengompol sendiri. Ketika anak masih membiasakan ngompol di tempat pada usia itu, orang tua tidak lagi merasa gemas, malah menjadi geram dan jengkel karenanya. Ketika teman-temannya yang lain bisa nyaman beraktivitas di sekolahan dengan aman, mereka mungkin akan pulang dan mengeluh celana basah.

Apa sih yang menjadi penyebab kebiasaan ngompol anak yang tidak sembuh?

Seperti yang saya katakan sebelumnya, berhentinya siklus ngompol sembarangan pada anak terjadi pada usia yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor-faktor tertentu misalnya faktor keturunan, kebiasaan, cara mendidik yang salah atau bahkan tanda gangguan penyakit serius.

Keturunan merupakan hal yang sulit dihindari, cara penyembuhannya mungkin sedikit sulit untuk diatasi sendiri, karena itu butuh penanganan dokter secara langsung. Jika penyebabnya adalah kebiasaan, maka buat kebiasaan itu hilang dengan menerapkan kebiasaan yang baru, peran orang tua disini sangat penting sekali. Orangtua harus lebih tegas untuk mendidik anak untuk tidak membiasakan hal ini, jika tidak anak akan selalu membawa kebiasaan ini hingga dia dewasa.

Kebiasaan dan cara mendidik yang salah saling berhubungan, ketika orangtua tidak memperdulikan kebiasaan anaknya, atau selalu membiarkan anaknya melakukan apapun maka ini akan menjadi jalan bagi anak untuk membiasakannya. Sedangkan jika penyebabnya merupakan gejala penyakit tertentu maka segera lakukan pengobatan. Dalam hal ini anak tidak harus selalu jadi objek yang disalahkan terus-menerus, peran orangtualah yang paling penting. Ketika perkembangan anak terlambat dibanding teman-temannya, maka tugas orang tua adalah mengajarinya untuk mengejar keterlambatan, termasuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti ini. Jika tidak, citra anak di lingkungan permainannya akan terancam.

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan ngompol pada anak?

  • Pehatikan asupan cairan. Usahakan asupan cairan untuk anak dengan porsi se ideal mungkin. Yakni sekitar lima sampai enam gelas per hari. Hindari jenis minuman kafein, susu coklat atau minuman soda karena minuman tersebut bersifat diuretik.
  • Jangan berikan dia popok. Usia 7-10 tahun bukan lagi usia pakai popok, meski usaha ini dianggap efektif, namun terlihat tidak baik dan berdampak buruk bagi anak. Mereka akan terbiasa menggunakannya. Bukannya malah menyembuhkan, tetapi malah membuat anak ketergantungan menggunakan popok.
  • Minum air 30 menit sebelum tidur. hal tersebut bertujuan agar anak buang air kecil dulu sebelum tidur agar ketika bangun kandung kemih dalam keadaan kosong. Hilangkan kebiasaan minum susu sebelum tidur, jika pun ingin, ambil waktu 30-45 menit sebelum tidur agar air bisa dicerna lebih dini sebelum anak pergi tidur.
  • Kondisi kamar yang kondusif. Buat lampu wc tetap menyala agar anak tidak ketakutan jika ingin pergi ke wc. Atau sediakan pis pot sebagai cara darurat. Anda juga bisa berikan anak bel sebagai tanda dia ingin pergi ke wc dan ketika itu anda harus sigap.
  • Suruh anak untuk membersihkannya. Biarkan bekas ngompolnya begitu saja sampai anak merasa harus membereskannya, ini bertujuan agar anak berfikir untuk belajar menghilangkan kebiasaan ini.

 

1 Comment

  1. Ollie

    Deep thinking – adds a new dinemsion to it all.

    Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *