Terlalu banyak mengkonsumsi makanan bersantan, dapat mengakibatkan 5 jenis penyakit berbahaya ini!

Lezat tidaknya makanan juga sangat dipengaruhi oleh cara memasak dan bumbu pelengkap yang membuat citarasa semakin nikmat.  Orang sering mengatakan bahwa makanan tanpa tambahan garam itu terasa hambar, faktanya tidak hanya garam saja, bumbu pelezat lainnya juga sangat berperan penting dalam menghasilkan cita rasa masakan yang lezat sehingga makanan yang bergaram saja terkalahkan dengan makanan yang mengandung bumbu pelezat. Salah satu bumbu pelezat yang paling sering digunakan dalam masakan adalah santan. Efek rasa dari makanan bersantan memang luar biasa lezat, misalnya ungkeb daging, kita bisa membedakannya dengan mencicipi ungkep tanpa santan.

Hasilnya adalah, ungkeb bersantan lebih lezat dibanding yang tidak. Santan memberi efek gurih pada masakan selain itu rasa kuah dan aromanya memberi nila lebih pada masakan itu sendiri.Karena dianggap sebagai bumbu masakan yang paling handal santan sering digunakan dalam berbagai macam olahan, bukan hanya olahan makanan berat saja, sekarang banyak sekali makanan ringan yang  juga menambahkan santan sebagai bahan utama, misalnya saja lapis, agar-agar, kueh dan masih banyak lagi. Meski terbilang unggul sebagai bahan utama masakan, ternyata santan memiliki sisi negatif yang wajib diketahui. Pengkonsumsian santan yang berlebihan bisa berdampak bagi kesehatan anda.

Mengapa makanan bersantan berbahaya?

Jawabannya adalah ”pengkonsumsian yang berlebihan”. Misalnya saja dalam sehari anda mengkonsumsi pudding, dilanjut dengan sayur santan, kolak, dan es cendol. Lalu sekiranya berapa jumlah kolesterol yang terlah terkumpul? sangat banyak. Bukannya santan itu mengandung zat yang bergizi? santan memang mengandung banyak zat baik bagi tubuh seperti forfor, zat besi, dan berbagai jenis vitamin, itulah yang membuat orang-orang berfikir untuk memaksimalkan pengkonsumsian makanan bersantan.

Meski dinilai baik, namun pengkonsumsian yang berlebihan pun sangat tidak disarankah karena dapat mengancam kesehatan. Perlu kita diketahui dari setiap 100 ml santan kelapa atau 100 gram kelapa parut mengandung kolesterol kurang lebih sebanyak 90%. Peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh akan bereaksi menimbulkan berbagai risiko jenis penyakit. Sebenarnya santan memiliki keunggulan tersendiri yakni mengandung asam laurat yang memiliki khasiat untuk menurunkan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Tetapi karena proses pemanasan yang lama, apalagi hingga berjam-jam pada suhu yang tinggi. Membuat asam lemak yang tadinya sehat berubah menjadi lemak trans yang jahat sehingga perlu di waspadai. Jika lemak trans ini bercampur dengan lemak jenuh maka pencampuran keduanya dapat meningkatkan kadar LDL (lower densityn lipoproteins) atau kolestrol jahat. Yang dimana jika kadar ini meningkat akan menyebabkan arteri tersumbat oleh kolesterol, begitupun peredaran darah yang juga tertutup lemak.

Bahaya makanan bersantan bagi kesehatan

Bahaya makanan bersantan bukan hanya terletak pada pengkonsumsian yang berlebihan saja, cara pengolahannya pun sangat perlu diperhatikan. Ketika memasak sayur santan, kolak atau jenis masakan yang mencampurkan santan selalu saja ada istilah ”aduk terus jangan sampai santannya pecah” bukan tanpa alasan, hal ini dimaksudkan agar pemasakan santan tidak dimasak dalam suhu tinggi atau terlalu lama karena akan mengalami pemadatan, begitupun istilah ”jangan sampai pecah” karena jika santan pecah dan berbaur dengan kuah masakan maka lemaknya semakin banyak lagi. Nah ini dia yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Jika di makan sudah terbayangkan berapa banyak jumlah lemak yang menyerap ke dalam tubuh? sangat banyak sekali. Itulah mengapa pengkomsumsian makanan bersantan harus dibatasi dan diperhatikan cara pengolahannya. Lemak yang bersumber dari santan tidak hanya mengakibatkan seseorang gemuk saja, melainkan dapat memicu berbagai penyakit berbahaya. Apa saja itu?

Penyakit apa saja yang disebabkan oleh kandungan santan?

Gangguan jantung. Kandungan makanan bersantan dapat menyebabkan penumpukan lemak trans dalam tubuh yang dapat mengiritasi jantung dan memblokir aliran darah arteri yang menyebabkan timbunan lemak tersebut mengendap di jantung. Tentu saja, efek yang ditimbulkan berbahaya dan beresiko gangguan jantung yang serius.

Asam lambung naik. Saat perut dalam keadaan kosong jauhi makanan atau minuman bersantan, hal ini dapat mempersulit lambung mencerna makanan lain sehingga resiko penaikan asam lambung lebih tinggi. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat lambung, usahakan bahkan jangan mengkonsumsi jenis makanan bersantan.

Hipertensi. Jumlah kandungan santan yang berlebihan di dalam tubuh dapat merangsang peningkatkan kadar trigliserida yang menyebabkan penyumbatan arteri dan pembuluh darah. Kondisi ini memicu naiknya tekanan darah.

Diare. bukan hanya mengandung lemak berlebih saja, santan mengandung kadar serat tinggi yang menyebabkan gas berlebihan serta memicu penekanan pada saluran pembuangan sehingga mengakibatkan proses dan pengentalan dan pengerasan feses.

Obesitas. Kandungan lemak trans pada kandungan santan juga dapat menjadi faktor pendukung terjadinya obesitas pada tubuh. Lemak jenuh dan zat trigligseridanya mengalami peningkatkan 2 kali lipat yang menjadi faktor pendukung kenaikan berat badan.

1 Comment

  1. Twiggy

    Your ponstig lays bare the truth

    Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *