Sering terjebak macet mengakibatkan 3 serangan penyakit berbahaya ini

Jakarta bukan hanya berfungsi sebagai ibu kota yang terkenal dengan bangunan-bangunan yang menjulang, seperti perusahaan, hotel, apartemen, pabrik, tempat hiburan dengan populasi penduduk yang sangat padat. Maka tak heran jika kota ini sering mengalami kemacetan

Bagaimana tidak, semua orang keluar di jam-jam tententu dengan tujuan yang sama seperti berangkat sekolah, berangkat kerja, menarik barang, sehingga jalan raya penuh dengan kendaraan. Hal ini seperti juga menjadi nyawa tersendiri bagi ibu kota tercinta. Meski demikian, kota-kota selain Jakarta pun memiliki kemungkinan yang sama.

Memang cukup memuakkan berada di dalam kendaraan berjam-jam karena terjebak macet, terlebih jika kita harus segera pergi ke tempat tujuan. Mau tidak mau kita harus menunggu hingga kendaraan bisa bergerak.

Terjebak macet lalu lintas tidak hanya menyebabkan stress saja. Ternyata kita memiliki ancaman yang berbahaya terhadap kesehatan saat berada di tengah-tengah kemurunan kendaraan. Mengapa demikian?

Saat kita terjebak di tengah-tengah macet, polusi dari banyaknya kendaraan akan bercampur. Jika polusi ini terhirup akan membahayakan organ yang ada di dalam tubuh.

Bayangkan berapa banyak kendaraan di jalan raya? lalu hitung berapa banyak pula polusi yang tersebar di sekitar jalan. Polusi ribuan kendaraan ditambah asap rokok ditambah polusi limbah pabrik.

Penyakit apa saja yang bisa ditimbukan dari paparan polusi udara?

Semua jenis polusi udara akan bercampur menjadi polutan. Polutan adalah campuran zat sulfur dioksida, karbonmonoksida, kanbondioksida, nitrogen oksida dan partikel. Jika polutan terhirup oleh tubuh maka organ utama yang diserang yakni organ pernapasan.

  • Jantung. Polutan yang terhirup terus-menerus dapat menurunkan fungsi paru-paru. Akibanya seseorang akan beresiko terkena penyakit jantung, Seseorang yang terbiasa menghirup polutan setiap hari akan mengumpulkan polutan di dalam tubuh sedikit-sedikit hingga menebal. Pada saat itulah gejala datang.
  • Hipertensi. Menurut penelitian yang telah dilakukan para ahli menyatakan bahwa paparan jangka pendek sulfur dioksida yang merupakan hasil pembakaran bahan bakar fosil dan partikulat seperti debu dan kotoran udara akan beresiko tinggi menyebabkan hipertensi.
  • Bronkitis kronis. Paparan asap rokok, debu, asap industri serta polusi udara merupakan komponen utama seseorang untuk terserang penyakit berbahaya ini. Bronkitis merupakan jenis penyakit yang akut bahkan hampir sama dengan penyakit TBC.

Bagaimana cara mengantisipasi polusi udara saat macet?

  • Jangan biasakan merokok sambil membawa kendaraan. Kebiasaan yang sulit dihindari para pengendara yakni merokok sambil membawa kendaraan. Hilangkan kebiasaan buruk ini, paparan asap rokok dan polusi udara akan tercampur dan terhirup oleh tubuh, ini tidak baik bagi kesehatan.
  • Tutup kaca mobil. Saat berada di tengah kemacetan panjang, tutup kaca mobil agar polusi tidak masuk ke dalam kendaraan. Jika anda pengendara motor, gunakan masker dan tutup kaca helm untuk mengantisipasi udara kotor yang mungkin terhirup.
  • Jangan stress. Saat dihadapkan dengan kemacetan yang panjang dan memuakkan orang-orang akan mengalami tingkat emosi yang lebih tinggi. Hindari stress dan lebih santai saat berkendara, stress hanya akan mengakibatkan kecelakaan karena emosi yang tidak bisa terkontrol.
  • Mengurangi asupan lemak dan gula. Saat berada di dalam kendaraan terlebih saat mengalami macet panjang orang mungkin merasa kelaparan karena lelah berada diantara banyaknya kendaraan selama berjam-jam, jika anda berniat mengkonsumsi makanan, hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak yang berlebih, jika paparan udara terhirup dan terkontaminasi dengan makanan yang telah dikonsumsi maka sistem pencernaan akan terganggu.

1 Comment

  1. Shorty

    Samuel, O detergente bom para limpar estas grandes nódoas está perto. A primeira limpeza será em Junho. A segunda será provavelmente em Outubro. A terceira será em Novembro ou DeamVbro.mzeos a eles!Um Abraço

    Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *