Mengapa wanita mudah marah ketika menstruasi? Ini penyebabnya!

Siklus menstruasi menjadi hal yang dinanti-nanti kaum wanita, menstruasi menjadi tanda bahwa wanita normal dan subur, ini tentunya menjadi suatu hal yang perlu dibanggakan. Bukankah kesuburan akan menjamin masa depanmu nanti? Jika rahim yang dimiliki tidak subur, maka kemungkinan memiliki keturunan sangat kecil sekali. Karenanya, kamu harus berbangga diri dengan adanya siklus menstruasi yang sering kamu dapati setiap bulan.

Meski menyenangkan hati, efek menstruasi menjadi sangat menyakitkan ketika dijalani. Yap, banyak sekali efek menstruasi yang mungkin bisa dibilang menyeramkan. Apa saja efek menstruasi yang sering dialami kaum wanita? Salah satu efek menstruasi yang paling menyeramkan yakni efek sakit perut yang terkadang sulit diatasi. Sakit perut ketika haid atau yang bahasa gaulnya sumilangen memang termasuk gejala alam yang tidak bisa dihindari dan mau tidak mau harus dilalui kaum wanita ketika datang bulan.

Bukan hanya mendatangkan efek negatif bagi kaum wanita saja, efek menstruasi juga bisa berdampak kepada orang-orang di sekitar. Mengapa demikian? Seperti yang kita sadari, ketika haid wanita cenderung memiliki mood yang buruk dan ini tentunya membawa malapetaka kepada banyak pihak. Bagaimana tidak, orang yang tidak berdosa pun menjadi korban. Marah-marah tidak jelas, emosi, kasar dan berbagai respon tidak menyenangkan lainnya membuat orang sekitar tidak nyaman.

Penyebab mood yang buruk ketika PMDD

Efek Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) yang sering terjadi memang menimbulkan efek perubahan mood yang signifikan. Hal ini tentu akan memberi efek bagimu dan orang-orang sekitar, apalagi dengan orang-orang terdekat seperti keluarga, teman-teman, juga pasangan.

Bagaimana tanggapanmu ketika tiba-tiba saja orang memarahimu tanpa alasan yang tidak jelas? Atau apa respon mu ketika pertanyaanmu dijawab datar? atau bahkan dengan nada tinggi? Nyaman atau tidak? Tentunya tidak. Hal ini seharusnya menjadi pandangan bagimu untuk berfikir ”orang lain juga pasti merasa tidak enak jika sikap kita seperti itu”

Emosi yang tinggi, tempramen, tanggapan, memang sudah menjadi bagian dari diri masing-masing yang tidak bisa disamakan. Namun, tentunya hal ini menjadi tidak wajar jika muncul pada saat-saat tertentu saja. Misalnya emosi yang memuncak ketika haid. Jika pada hari-hari biasanya kamu terlihat manis dan lucu, pada siklus menstruasi tiba-tiba saja mood kamu berubah menjadi dingin, gampang marah, gampang tersinggung, gampang bunuh orang. Tentunya, ini menjadi pemikiran kembali bagi orang-orang untuk menjauhimu.

Hasil penelitian yang dilakukan di Universitas California, Amerika serikat menyatakan bahwa, penyebab suasana hati yang tidak stabil menjelang atau ketika menstruasi bukan diakibatkan dari hormon, tetapi karena terjadinya respon sel otak yang disebut reseptor GABA.Reseptor GABA pada otak berfungsi untuk membatasi aktivitas-aktivitas yang terkait dengan stres dan kecemasan. Pada wanita yang sedang mengalami PMDD, hormon progesteron akan mengubah bentuk reseptor GABA pada otak kecil. Perubahan bentuk inilah yang membuat sel GABA akan sulit mengontrol perasaan cemas dan stres.

Apakah perubahan mood ketika PMDD bisa diatasi?

Perubahan mood yang buruk ketika PMDD merupakan suatu yang alamiah dan tidak bisa dihindari. Namun, mood yang buruk juga tidak akan keluar tanpa alasan yang jelas. Apakah mood yang buruk bisa diatasi? Bisa, asal harus ada dukungan orang -orang sekitar. Bagaimana caranya?

  • Mintalah orang-orang sekitar untuk menjaga perasaanmu ketika PMDD
  • Berwasiatlah kepada orang-orang terdekat tentang perubahan sikap yang akan terjadi, ini bertujuan agar mereka tidak kaget dengan perubahanmu.
  • Menghindari orang-orang yang sekiranya akan memicu emosimu.
  • Sebelum marah lebih baik mencerna dulu apa yang terjadi, apakah ini suatu hal yang pantas dibuat marah.
  • Miliki orang-orang terdekat untuk selalu pengertian, apalagi pasangan yang bisa menerima keadaanmu ketika PMDD
  • Menyendiri. ketika emosimu tidak bisa terjaga, atau kamu benar-benar dalam keadaan mood yang sangat buruk, maka pisahkan diri dari lingkungan sosial.

 

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *