Nomophobia, kecanduan ponsel yang berbahaya

Kecanggihan HP terkadang tidak bisa digunakan dengan benar, banyak orang yang malah menggunakannya kepada tempat yang salah, misalnya saja fungsi internet yang seharusnya digunakan untuk mencari informasi, menambah pengetahuan dan wawasan terkadang digunakan untuk hal yang mengarah ke hal negatif seperti kencan onlen yang berujung pada kejahatan. Lagi-lagi dampak teknologi yang di salahkan.

Padahal yang seharusnya disalahkan adalah penggunanya, bukan barang yang di gunakan.Bisa kita sadari sendiri banyak orang yang sangat bergantung sekali dengan gadget, kita juga bisa menemui orang-orang yang berlalu-lalang di jalanan sibuk memainkan gadgetnya, setelah bangun tidur langsung cari gadget, ketika waktu senggang dipakai untuk main gadget, penggunaan yang tidak wajar seperti ini sangat tidak dianjurkan.

Perlu kita ketahui bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan menyebabkan banyak efek fisik dan psikologis yang berbahaya bagi penggunanya. Benarkah gadget bisa sebabkan masalah psikologis seseorang? Terlalu ketergantungan memainkan gadget membuat pengguna sulit melakukan aktivitas tanpa adanya hp yang membuat seseorang lama-kelamaan menjadi kecanduan. Dalam istilah medis, kecandulan hp disebut juga nomophobia.

Apa itu nomophobia?

Adalah perasaan takut yang berlebihan ketika kehilangan ponsel. Kehilangan disini bukan berarti hilang karena dicuri saja, kehilangan seorang nomophobia bisa saja karena hal-hal yang terbilang sepele seperti kehilangan nomor telepon seseorang, lupa menaruh hp di mana, tidak bisa mengakses internet, tidak bisa menelpon kontak di hp karena batre habis misalnya. Rasa takut yang muncul terkesan berlebihan bahkan dapat menganggu kesehatan. Seperti apa sih ciri-ciri gejala nomophobia?

  • Memiliki ponsel ganda. satu handphone saja tidak cukup bagi penderita nomophobia, mereka biasanya memiliki hp minimal dua, atau bahkan lebih. Menggunakan hp lebih dari satu memang banyak dilakukan untuk alasan yang penting seperti bisnis, namun seorang nomoph memiliki alasan yang tidak penting, atau hanya untuk mengoleksi hp saja.
  • Panik ketika batre habis. Ketika batre habis semua orang pasti panik ya? apalagi jika hp benar-benar di butuhkan, tapi bagi nomoph alasannya tidak sepenting, mereka merasa panik karena hal sepele seperti sedang asik chattingan, game. Mereka akan panik dan berusaha untuk men-charger hp secepat mungkin.
  • Panik ketika kehilangan ponsel. Muncul rasa panik dan ketakutan yang berlebihan ketika kehilangan ponsel. Misalnya saat lupa menaruh hp dimana, mereka akan menunjukan sikap panik yang berlebihan bahkan sampai keringat dingin dan menangis sampai hp ketemu.
  • Langsung mencari hp ketika bangun. ketika bangun seorang nomoph akan mencari-cari hpnya untuk mencari tahu apakah ada sms atau panggilan masuk, apalagi saat bermimpi hp hilang, ketika bangun seorang nomoph akan kepanikan mencari hp untuk memastikannya.
  • Tidak bisa jauh dari ponsel, selalu membawa ponsel kemana-mana bahkan ke WC sekalipun, ketika ingin tidur selalu memastikan agar hp ada tepat di samping bantal.

Apakah gangguan nomophobia berbahaya?

Jika dilihat secara kasat mata gejala nomophobia memang tidak terlalu berbahaya, bahkan salah satu kebiasaan diatas sudah banyak sekali dialami khususnya oleh kaum remaja, yang mungkin beranggapan bahwa kebiasaan ini terkesan wajar saja. Meski dianggap demikian, gangguan nomophobia yang sudah akut juga bisa mempengaruhi kesehatan lho?

Hal ini dibenarkan oleh penyataan Dr James Carter, yakni salah seorang dokter ahli tulang belakang dan syaraf profesional yang mengatakan bahwa, penggunaan telepon seluler (gadget) dalam ritme berkepanjangan (rutin) beresiko mengalami ”Text Neck” atau kerusakan pada tulang belakang yang menyerang bagian punggung dan leher.

Penelitian Dr James Carter bersama timnya menyimpulkan hasil analisis bahwa penggunaan ponsel dalam kurun waktu 4 jam sehari yang diakumulasikan sebanyak 1.400 jam dalam setahun, selama itu pula kepala tertunduk dan leher mengalami cedera karena beban yang berlebih. Normalnya, kepala manusia punya bobot sekitar 4-5 kg.

Namun saat menunduk dengan sudut 15 derajat, leher menanggung beban setara 12,25 kg. Bahkan, beban di leher bisa mencapai 27 kg jika menunduk lebih rendah yakni pada sudut 60 derajat. Selain beresiko cedera leher, gangguan nemofobia juga bisa berpengaruh terhadap psikis seseorang, hal ini berasal dari rasa panik dan ketakutan yang berlebihan, jika seorang nemofobia tidak bisa mengatasinya, mereka akan mengalami gangguan psikologis seperti stress dan depresi tingkat berat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *