Mengapa formalin dalam makanan berbahaya? Ini fakta sebenarnya

Sekarang ini banyak sekali jenis makanan yang bermunculan, dari mulai makanan kemasan, makanan ringan, makanan kuah, dan berbagai jenis makanan lainnya yang bisa kita temukan dengan mudah. Bisa kita sadari berapa banyak penjaja makanan yang ada setidaknya di kompleks sekitar rumah saja itu sudah banyak sekali, apalagi jika kita pergi ke tempat yang lebih ramai, pedagang pun semakin banyak dan berserakan dimana-mana. Permasalahannya bukanlah pada jumlah pedagang yang melimpah, bukan pula pada jenis makanan yang begitu banyak dan beragam. Yang menjadi permasalahannya adalah ”apakah makanan tersebut sehat atau tidak?” Dan hal inilah yang paling sering di abaikan.Terkadang kita tidak menyadari apakah makanan yang kita konsumsi itu layak dikonsumsi atau tidak.

Dalam memilih makanan, biasanya orang lebih menekankan pada rasa dan harganya. Apakah anda juga berfikir demikian? Yap, kedua syarat ini sudah menjadi khas sendiri bagi para pencinta kuliner. Bisa memanjakan lidah dengan harga yang ekonomis tentunya menjadi pilihan terbaik. Karena itulah bisa kita bandingkan sendiri, orang-orang lebih senang duduk di warung-warung pinggir jalan dibanding restoran berbintang lima, karena kenapa? karena kedua syarat yang saya sebutkan sebelumnya yakni harga dan rasa. Kedua komponen ini memang sangat menguntungkan, namun disisi lain ada hal negatifnya juga. Mengapa demikian?

Dewasa ini kita tengah dikabarkan dengan bermunculannya makanan yang mengandung zat berbahaya salah satunya zat formalin, makanan dengan campuran zat ini biasanya makanan dengan harga murah dan paling disukai (karena enak). Memang apa sih formalin itu? Zat kimia yang biasa digunakan untuk membunuh kuman, pengawet kayu, pembuatan perkakas rumah tangga, furniture, bahan perekat seperti lem bahkan untuk pengawet mayat. Apakah layak jika makanan dicampur dengan jenis zat seperti itu? Tidak. Lalu mengapa pedagang dengan sengaja memasukan zat ini kedalam makanan?

Tujuannya agar makanan tersebut awet awet hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Mengelabui pembeli dengan cara ini sudah banyak sekali di praktekan oleh berbagai pedagang. Biasanya hal ini dilakukan oleh para pedagang asongan atau pinggir jalan dengan misi agar harga tetap dijual rendah tetapi keuntungan besar. Banyak sekali jenis makanan yang dengan sengaja di formalin seperti daging, ikan, tahu, bakso, mie, toge, dan berbagai jenis makanan lainnya.

Apakah formalin dalam makanan berbahaya?

Formalin bukan termasuk zat makanan, seperti yang sudah saya jelaskan diatas jika formalin hanya bisa digunakan untuk membunuh kuman, pengawet kayu, pembuatan perkakas rumah tangga, furniture, bahan perekat seperti lem bahkan untuk pengawet mayat. Dengan logika saja, apakah ideal jika kita mengkonsumsi zat yang biasa digunakan untuk membunuh kuman? bukannya kuman saja bisa mati menggunakan zat tersebut? lalu bagaimana dengan kita?

Masuknya formalin ke dalam tubuh bisa mengakibatkan akut maupun kronis. Kondisi akut tampak dengan gejala alergi, mata berair, mual, muntah, seperti iritasi, kemerahan, rasa terbakar, sakit perut, dan pusing. Kondisi kronis tampak pada jangka panjang dan akan terakumulasi masuk ke dalam tubuh. Gejalanya iritasi parah, mata berair, juga gangguan pencernaan, hati, dan ginjal. Formalin atau formaldehyde merupakan zat yang tidak berwarna, mudah terbakar, namun memiliki bau yang sangat menyengat. Sebenarnya makanan dengan zat formalin sudah dilarang keras oleh mentri kesehatan, namun hal ini sama sekali tidak di gubris pendagang. Jika begini, kita lah harus lebih cerdik dalam memilih jenis makanan. Lalu Bagaimana cara menghindari makanan yang mengandung formalin? Hati-hati, Ciri makanan berformalin yang tidak kita sadari!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *