Kenapa mie instan tidak sehat? Ini alasannya

Mie instan menjadi salah satu makanan kemasan siap saji yang paling menjadi sorotan. Kenapa mie instan mendadak ngartis? Karena banyak penyukanya. Dimulai dari anak muda, remaja, dewasa, tua. Hampir semua kaum menyukai mie instan dengan berbagai alasan. Saya pun tidak menampik jika mie instan memang memiliki keunggulan yang membuat pecintanya semakin melejit.

Selain rasanya yang enak, mie instan mudah di masak, mudah di dapatkan dan mengenyangkan dalam waktu sekejap. Karena itulah mie instan sering menjadi andalan para ibu rumah tangga sebagai salah satu sajian yang cocok di konsumsi saat-saat genting seperti bekal anak ke sekolah, makanan yang menyambut kepulangan kerja/ sekolah bahkan menjadi menu sarapan di pagi hari.

Selain itu, di dalam kemasan tertera dengan jelas jika mie mengandung komposisi yang layak makan salah satunya pernyataan jika mie mengandung karbohidrat tinggi. Alasan inilah yang menjadi penguat orang-orang untuk terus mengandalkan mie instan sebagai asupan tubuh yang paling top. Tetapi bagaimanapun juga mie instan tidak bisa menggantikan makan utama. Kandungan karbohidrat di dalamnya hanya sebagai formalitas saja dan tidak menjamin sama sekali.

Alasan mengapa mie instan tidak sehat untuk di konsumsi

Sebenarnya, mie instan aman-aman saja di konsumsi, selama cara pengkonsumsiannya benar dan sesuai takaran yang wajar. Namun seperti yang saya sebutkan tadi, mie instan menjadi makanan yang diandalkan.

Yap, karena dianggap sehat penggemar mie instan dengan bangga terus mengkonsumsinya bahkan mengabaikan pengkonsumsian makanan lain yang lebih sehat. Masalah besar yang menjadi penyebabnya adalah, pengkonsumsian mie yang berlebihan.

Diakui, memang dalam mie terkandung karbohidrat yang cukup tinggi, namun apakah ini mejadi alasan bagimu untuk sepenuhnya mengandalkan mie? Meski ber karbohidrat, tetap saja kandungannya tertutupi oleh zat lain dalam mie seperi lain seperti MSG, sodium, benzoic aciid, minyak nabati, dan hidroxy methyl benzoate. Belum lagi kandungan pengawet dalam mie yakni tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ) yang jika dikonsumsi secara berlebihan akan mengakibatkan efek yang buruk bagi kesehatan.

Selain itu, mie instan sulit dicerna oleh tubuh. Karena kenapa? Mie instan mengandung karbohidrat yang tinggi namun tidak setara dengan kandungan penting lainnya yang lebih kecil, yang mengakibatkan mie instan sulit dicerna oleh tubuh belum lagi kandungan kimia yang saya sebutkan tadi. Karena itulah, usus harus bekerja keras untuk mencerna mie. Parahnya, setelah 2 jam pengkonsumsian, mie di dalam tubuh masih berbentuk utuh.

Mie instan tidak dianjurkan bagi penderita maag, hipertensi, dan autis

Kabar buruk untuk penderita maag, mie instan benar-benar tidak dianjurkan konsumsi. Jadi bagi kamu yang merasa memiliki riwayat penyakit maag lebih baik untuk belajar melepaskan diri dari mie instan. Mengapa mie tidak dianjurkan bagi penderita maag? Mie instan mengandung kadar natrium tinggi yang berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembang natrium tripolifosfat. Sehingga mencapai 1 % per takaran saji.

Kandungan natrium yang tinggi menjadi musuh terbesar bagi penderita maag apalagi maag yang sudah kronis karena dapat menetralkan lambung. Lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan, asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung sehingga menyebabkan rasa perih.

Untuk penderita hipertensi, kandungan natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan. Selanjutnya bagi penderita autis, gluten yang terkandung dalam mie instan menyebabkan substansi sehingga sangat tidak boleh dikonsumsi penderita autis.

Selanjutnya, penelitian baru-baru ini menyebutkan jika pengkonsumsian mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu akan beresiko 68% memiliki sindrom metabolik. Sindrom ini dapat mengakibatkan obesitas sentral, hipertensi, peningkatan gula dan rendahnya kolesterol. Pengkonsumsian mie lebih dari 2 bungkus dalam seminggu saja sudah memberikan dampak yang buruk. Bagaimana dengan pengkonsumsian mie setiap hari?

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *