Kebiasaan menggunakan soft lens saat tidur, mengakibatkan kebutaan pada mata

Lensa kontak tercipta demi menunjang kebutuhan para penderita mata minus agar lebih memudahkannya dalam berativitas. Penggunaan soft lens terbilang lebih efketif dibanding kacamata. Pengguna kacamata selalu diribetkan dengan hal-hal seperti kacamata tertinggal, kacamata pecah, harus buka lepas kacamata, harus membawanya kemana-mana. Itulah yang membuat pengguna kacamata beralih menggunakan soft lens.

Alih-alih menjadi terlihat lebih elegan dan keren membuat orang dengan mata tidak minus pun tertarik untuk menggunakannya, terlebih jajaran anak remaja hingga dewasa. Pasalnya orang yang menggunakan lensa mata atau soft lens akan membuat mata terlihat lebih menarik dan tajam. Mata memang menjadi daya tarik sendiri bagi penampilan. Itulah mengapa soft lens memiliki peranan penting di hati penggunanya.

Menggunakan soft lens memang lebih efektif dibanding kacamata,namun perlu kita ketahui bahwa penggunaan soft lens yang tidak benar mengakibatkan infeksi pada mata, hal ini telah terbukti dengan adanya laporan bahwa pada tahun 2005-2015 terdapat 1.075 penderita infeksi kornea mata yang diakibatkan dari penggunaan softlens yang tidak benar.

Mengapa infeksi softlens bisa terjadi?

Kesalahan utama yang mengakibatkan infeksi pada mata yakni perawatan softlens yang salah. Seperti apa perawatan mata menggunakan softlens yang salah?Pertama kurangnya menjaga kebersihan saat menggunakan softlens, yaitu memakainya dengan tangan yang kotor (belum cuci tangan)hal ini membuat kuman yang menempel di tangan lebih mudah masuk kedalam mata mudah melalui softlens yang anda gunakan.

Kedua, tidak mengganti cairan softlens dengan rutin, misalnya cairan di dalam kotak lens hanya diganti seminggu sekali. Benar saja bakteri yang bersarang di dalam air bisa masuk kedalam mata dengan mudah. Ketiga, banyak orang yang menggunakan softlens dengan terus-menerus sampai dibawa tidur. Apakah anda pernah melakukannya?bukan hanya pernah, mungkin saja anda terbiasa melakukannya karena lelah selepas beraktivitas seharian, rasa ngantuk membuat anda ingin segera tidur dan dirasa terlalu merepotkan bila harus membuka lens terlebih dulu, mengganti cairan kotaknya dan hal-hal lain yang dipikir terlalu menyita waktu.

Kasus seperti ini paling sering terjadi dan paling sering menjadi penyebab iritasi mata yang cukup serius. Mengapa demikian? Saat anda tidur bukan berarti organ si dalam tubuh pun ikut tidur dan diam saja,organ tetap melakukan gerakan-gerakan yang normal ketika kita sedang tidur. Begitupun mata, meski nampaknya mata terlihat diam dan tidak berkedip namun sebenarnya mata tetap melakukan gerakan-gerakan yang tidak kita sadari.

Hal ini normal terjadi dan merupakan tanda bahwa organ mata anda masih normal dan bekerja sesuai fungsinya. Namun kenormalan ini tidak berlaku bagi mereka pengguna soft lens yang terbiasa membawanya tidur. Sebaliknya, orang yang terbiasa tidur dengan lens yang tidak dilepas akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan mata.

Yang akan terjadi pertama adalah mata memerah menandakan bahwa mata telah terinfeksi bakteri akibat penggunaan soft lens yang tidak sewajarnya, ini mungkin tidak terlalu memasuki kasus yang parah, mata memerah masih bsia diselamatkan dengan berkonsultasi ke dokter dengan syarat tidak mengulanginya untuk menghindari kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

Kemungkinan buruk seperti apa yang mungkin terjadi selain mata memerah?

Infeksi kornea mata. Bagian mata yang paling memungkinkan terkena infeksi adalah bagian kornea. Lensa yang tidak dirawat dengan bersih akan memungkinkan terjadinya iritasi pada bagian kornea mata. Secara jelasnya ketika anda sedang tidur lalu tanpa disadari anda melakukan gerakan refleks seperti mengucek mata sehingga lens yang masih menempel pada mata ikut tergerakan, hal ini akan memungkinkan timbulnya luka terbuka pada bagian kornea sehingga bakteri dengan mudahnya masuk dan menyebabkan kerusakan pada mata yang cukup serius.

Hipoksia mata. Apa itu hipoksia? mungkin sebagaian orang merasa asing dengan istilah ini. Hipoksia adalah kondisi dimana organ kekurangan pasokan oksigen yang cukup. Sama halnya dengan bagian tubuh lainnya, mata pun membutuhkan pasokan oksigen yang cukup dengan bentuk air mata dan udara. Bukan berarti anda harus menangis setiap hari demi memenuhi kebutuhan oksigen mata.

Tidak, mata dengan sendirinya mengeluarkan air mata namun dengan jumlah yang cukup sebagai kebutuhan mata. Namun, ketika anda menggunakan lens mata seharian bahkan membawanya tidur kemungkinan pasokan oksigen akan terhambat karena adanya soft lens yang menghalangi jalannya air mata, sehingga memungkinkan kekeringan atau kekurangannya pasokan oksigen pada mata.

Kebutaan. Infeksi-infeksi seperti yang sudah saya jelaskan dalam poin sebelumnya masih terbilang iritasi yang bisa disembuhkan dengan perawatan dokter. Namun, jika anda sudah mengalami kasus yang satu ini maka medis pun akan kesulitan untuk menanganinya. faktor ketiga yang diakibatkan dari penggunaan lens yang tidak benar akan beresiko kebutaan.

Setelah mengalami satu kali kesalahan sebagian orang mungkin kapok dan tidak melakukannya lagi, namun apa yang terjadi dengan sebagiannya lagi? terkadang mereka tetap melakukannya karena dirasa hanya akan mengakibatkan mata merah saja. Namun fakta sebenarnya menunjukan jika kebiasaan ini sering terulang maka kemungkinan akan terjadi kerusakan kornea pada mata sehingga seseorang kehilangan penglihatannya.

Artikel ini dibuat bukan untuk menghakimi dan menghentikan penggunaan lens pada mata. namun hanya menyadarka kita bahwa kebersihan itu adalah komponen utama yang akan menunjang kita untuk tetap sehat. Maka dari itu penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mata dengan benar jika anda pengguna kontak lens maka lakukan perawatan sesuai anjuran dokter, hindari menggunakan lens yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung  jawab.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *