Ini akibatnya bila kamu kecanduan obat tidur!

Selama ini kita merasa bahwa komponen sehat hanya berfokus pada makanan saja. Sehingga, yang selalu terpenuhi hanyalah makanan tanpa memperdulikan komponen penting lainnya. Adakah komponen penting lainnya? Tentu saja, namun banyak yang tidak menyadarinya. Kita melupakan olahraga yang cukup, rutinitas yang normal, pola tidur yang sehat dan beberapa faktor lainnya. Meski makanan menjadi tujuan utama untuk mempertahankan hidup, bukan berarti kita jadi mengabaikan yang lain.

Asupan makanan yang bergizi saja tanpa dibarengi dengan kegiatan sehat yang lain sama saja dengan merusak kesehatan tubuh. Komponen penting yang sering mendapat pengabaian adalah pola tidur yang cukup. Tidur yang cukup merupakan salah satu syarat terciptanya tubuh yang sehat dan berenergi. Namun, mengapa orang dengan sengaja menguras banyak waktu di malam hari sehingga tidur tidak cukup?

Berapa lama normalnya pola tidur yang ideal itu?

Normalnya tidur yakni 8-7 jam dalam sehari dengan waktu 9 jam sebagai waktu yang paling banyak. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Itu yang dinamakan sehat, bisa menempatkan diri pada batasan yang sebenarnya. Lalu bagaimana cara kita agar memenuhi pola tidur yang sebenarnya? Tidur pada batasan waktu yang ditentukan. Ambil jam 21:00 sebagai waktu paling akhir untuk tidur.

Namun ini yang paling sulit diatasi, masih saja banyak orang yang mengabaikan peringatan ini. Waktu malam yang seharusnya digunakan untuk berisitirahat, malah digunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak penting seperti game onlen, chatingan, nonton film, atau sekedar main kartu di depan rumah.

Pola tidur yang terganggu tidak hanya disebabkan oleh aktivitas tidak sehat seperti itu saja, faktanya tidak sedikit orang yang mengalami gangguan tidur sehingga pola tidurnya tidak terpenuhi. Nah, demi menjaga kualitas tidurnya tidak sedikit orang yang mengkonsumsi obat tidur agar cepat mengantuk. Pengkonsumsian obat tidur dinilai efektif, namun ternyata memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Apa efek samping obat tidur yang berkepanjangan?

Pengkonsumsian obat tidur tidak hanya berefek pada satu kali pemakaian saja. Besoknya, bisa jadi anda akan mengalami kesulitan tidur kembali. Kandungan kimia yang terkandung di dalamnya mengandung efek kecanduan sehingga ingin mengkonsumsinya lagi dan lagi. Pada akhirnya, pengkonsumsian tidak berhenti sampai disitu.

Apa tidak terlalu merepotkan tidur harus mengkonsumsi obat dulu? Tentu saja merepotkan, bagaimana jika anda dalam perjalanan jauh dan tidak bisa tertidur karena obatnya ketinggalan? Ini akan membuat anda kesulitan dalam mengontrol diri. Ketika tubuh hanya bisa dikendalikan obat, maka mau tidak mau respon buruk pun bermunculan. Apa saja respon yang akan terjadi?

  • Gangguan Fisik dan Mental, berikut beberapa contoh kasus gangguan fisik yang akan terjadi : kurang berwaspadan, melantur saat berbicara, gangguan pernafasan, gemetar pada bagian tangan, lengan dan kaki, gangguan nafsu makan, sembelit, diare, pusing, mulut terasa kering,Sakit/nyeri pada perut,bengkak pada wajah, tubuh lemah dan berbagai gejala lainnya.
  • Gangguan jiwa. Efek yang lebih parah dari gangguan fisik yakni gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang menjadi mudah cemas, sering berhalusinasi, perubahan emosi, dan menurunnnya mental. Setiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung lagi kepada penggunaan obatnya.

Apakah seseorang akan baik-baik saja ketika menghentikan obat-obatan tersebut? Ternyata tidak, penghentian obat-obatan tidak semudah yang dibayangkan. Orang yang terbiasa tidur dengan pil akan merasa kehilangan ketika tidak mengkonsumsi pil tidurnya. Hal ini karena pil tidur mengandung efek kecanduan yang sangat tinggi. Semakin akan sering mengkonsumsinya maka semakin anda tidak bisa melepasnya, maka ancaman kesehatan pun semakin besar pula. Untuk masalah ini konsultasikan pada dokter umum yang lebih profesional.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *