Ikan lele mengandung sel kanker? ini fakta sebenarnya!

Zaman sekarang orang-orang mungkin lebih tertarik berkunjung ke restoran mewah, atau berbagai restoran fast food yang menyajikan berbagai macam makanan junk food yang pada kenyataanya justru tidak sehat. Kita mungkin hampir lupa adanya deretan restoran lesehan khas indonesia, kenapa makanan khas kita sendiri jarang di kunjungi? Banyak sekali faktornya, salah satunya makanan junk food dinilai lebih murah (untuk beberapa jenis junk food) dan praktis ditambah tempatnya yang nyaman dipakai selfi jadi kesannya lebih kekinian. Padahal banyak sekali makanan khas indonesia yang wajib kita jelajahi salah satunya makanan khas kota bandung yakni ikan pecel lele.

Bukan hanya di Bandung saja, pecel lele banyak di jual di kota-kota tertentu, apa keunggulan hidangan ini? keunggulannya terletak pada sambalnya yang menambah cita rasa pecel lele menjadi lebih lezat. Awal mulanya makanan khas bandung ini menjadi favorit para penjelajah kuliner, namun sayang rumor buruk yang beredar tentang makanan ini menjadi pemicu hilangnya para penikmat ikan lele. Seperti apa rumor yang beredar? Banyak yang mengatakan bahwa ikan lele mengandung sel kanker. Bagaiamana mungkin? Mari kita klarifikasi.

Benarkah ikan lele mengandung sel kanker?

Jika lele mengandung sel kanker itu artinya para penikmat lele terdahulu telah terinfeksi penyakit kanker dong? Lalu bagaimana hasilnya? apakah mereka mengindapnya? Sebagian besar tidak dan beberapa diantaranya mungkin saja terinfeksi. Mengapa berbeda? Karena jenis lele yang dimaksud pun berbeda, masudnya? sebelumnya perlu kita ketahui sejatinya bahwa lele memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi tubuh, berikut kandungannya :

• Protein tinggi berkisar 18.7 11,2 gr
• Zat besi 21,2 mgr
• Natrium 150,90 mgr
• Lemak tak jenuh 1,10.7 gr
• Phosfor 260,156 mgr
• Kalsium 15,9 mgr
• Vitamin B1 (Thiamine) 0,100,06mgr
• Vitamin B2 (Riboflavin) 0,05 0,03 mgr

Lalu apa yang membuat lele disebut-sebut mengandung sel kanker? bagaimana bisa sel kanker masuk ke dalam tubuh lele? Seperti yang saya katakan sebelumnya, hal ini tergantung dari jenis lele yang di konsumsi. Tumbuhnya sel kanke ini beresiko bagi lele yang hidup di perairan yang jorok, misalnya yang hidup di sungai umum yang kumuh, lele yang hidup disana mengalami siklus kehidupan yang buruk dimana makanan yang dikonsumsinya bisa saja berasal dari kotoran manusia, pembuangan limbah sehingga sudah jelas lele yang berasal dari sungai tersebut telah terkontaminasi dengan berbagai bakteri dan virus berbahaya, jika bukan kanker, setidaknya ada kemungkinan beberapa penyakit yang mungkin menginfeksi tubuh. Seperti tipes, gangguan pencernaan, diare dan masih banyak lagi.

Lele memiliki kelebihan yang tidak dimiliki hewan perairan lainnya yakni memiliki alat pernapasan berupa labirin yang memberi kemampuan bagi lele untuk hidup dan bertahan di perairan berlumpur bahkan yang sudah tercemar. Apa ini sebuah kelebihan bagi kita? Tidak. Ini hanya kelebihan bagi hewan itu sendiri yang dimana mereka bisa hidup dimanapun dengan damai. Tapi bagi kita sebagai penikmat, mengkonsumsi hewan hebat ini dari perairan bebas tentunya sangat beresiko tinggi terinfeksi suatu jenis penyakit tertentu yang berbahaya. Kehidupan lele di perairan bebas yang kumuh (sungai kecil, selokan yang biasa dialiri sampah atau limbah yang jorok) Sumber lele dari sungai inilah yang memunculkan dugaan tentang akumulasi racun karsinogen (penyebab kanker) di tubuh ikan lele.

Apakah mungkin seseorang terinfeksi sel kanker dari ikan lele?

Kemungkinan ini bisa saja terjadi jika anda benar-benar mengkonsumsi ikan lele yang berasal dari sungai liar. Nah untuk meminimalisirnya, hindari pengkonsumsian ikan lele atau ikan jenis apapun yang berasal dari sungai liar yang kotor, hindari pula produksi lele yang di impor dari negara lain seperti China. Menurut fakta yang beredar, negara tirai bambu itu menjadikan kotoran manusia sebagai pakan budidaya ikan lele. Hal ini sempat menjadi viral di dunia maya hingga dunia nyata. Sangat menjijikan bukan mengkonsumsi makanan yang berasal dari kotoran anda sendiri? terlebih bakteri di dalam kotoran manusia itu sangat banyak sekali.

Meski ada fakta demikian, namun perlu kita ketahui bahwa kemungkinan ini sangat kecil sekali. Mengapa demikian? kita pakai perumpaan ya, misalnya jika harus memilih anda lebih memilih menangkap lele di sungai umum dengan perjuangan yang keras atau membeli langsung saja di tukangya? Hampir semua orang jika ditanya pasti lebih memilih membeli daripada menangkap benar? Ya meskipun anda harus menolak suatu yang gratisan, terlebih apakah menangkap lele di sungai mengalir itu mudah? tidak. Tekstur lele yang licin juga patilannya yang tajam membuat kita berfikir kembali untuk nekad menangkapnya di sungai umum. Jadi sangat kecil sekali kemungkinannya.

Bagaimana jika oknum penjual lele menggunakan bahan makanan dari hal yng jorok-jorok seperti kotoran manusia? Ini sangat jarang terjadi. Hampir seluruh peternak lele menggunakan makanan khusus sebagai makanannya, pembudidayaannya sendiri biasanya di pantau langsung oleh pemerintah setempat. Apa mungkin restoran dengan gagah menangkap lele di sungai sungai kotor? bukannya ini membuang-buang waktu? Fikirkan kembali, apakah mungkin lele yang dijual berasal dari penjual yang jorok? Tidak. Pemilik restoran sendiri memilih kualitas lele dengan pertimbangan yang selektif, jika ada konsumen yang mengeluh sakit perut misalnya, bukannya pihak restoran akan kerugian besar? Nah, sekarang sudah tau bagaimana kesimpulannya? intinya, jangan konsumsi ikan lele hasil dari tangkapan di sungai-sungai liar, atau yang di budidayakan dengan cara yang tidak benar.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *