Hindari stress berkelanjutan dengan 3 cara ini

Stress merupakan salah satu komponen utama dalam pengembangan berbagai penyakit. Mengapa demikian? Terbukti. Hampir semua masalah penyakit didasari oleh stress yang berkelanjutan.

Tidak hanya mengembangkan penyakit-penyakit kecil saja seperti pusing dan deman. Stress bisa menjadi salah satu penyebab penyakit yang lebih berat seperti jantung, stroke, kanker otak, obesitas, dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Stress berawal dari masalah yang sulit diatasi sehingga mengakibatkan otak bekerja keras untuk memikirkan hal tersebut, ketika tidak dapat mengatasinya timbulah rasa cemas, gundah dan panik yang mengakibatkan seseorang merasa terpuruk. Stress biasanya diakibatkan oleh beberapa faktor Misalnya masalah dengan keluarga, dengan teman, putus asa karena tidak bisa mengerjakan sesuatu, selalu gagal dalam menggapai sesuatu, tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan baik, selalu ditekan, selalu mendapat ancaman dan lainnya.

Seperti yang sudah saya sebutkan jika banyak sekali faktor pendukung yang mengakibatkan stress itu terjadi. Lalu, apakah ada hubungannya stress dengan berbagai penyakit mematikan yang sudah saya sebutkan sebelumnya? Jelas ada. Ketika stress otak merangsang tubuh untuk melakukan pola yang tidak beraturan. Hal yang paling sering saya temukan pada diri seseorang yang sedang mengalami stress adalah tidak makan sama sekali, selalu sedih, berfikir keras, sulit tidur,  mengkonsumsi alkohol, kafein, dan makanan tidak sehat lainnya.

Beruntunglah bagi kalian yang mampu mengatasi stress dengan mudah, lalu bagaimana dengan seseorang yang mengalami siklus stress dengan jangka waktu yang panjang? sepanjang apa dia mengalami stres sepanjang itu pula pola tidak sehat yang dia lakukan. Jika ini dibiarkan, maka kemungkinan yang pasti terjadi adalah datangnya penyakit berbahaya yang menyerang tubuh.

Mengapa hal ini menjadi sebuah kepastian? pola hidup yang tidak sehat adalah ujung kehidupan yang akan segera berakhir. Misalnya saja kamu mengalami masa stress dalam jangka waktu 3 minggu selama itu pula kamu melakukan pola hidup tidak sehat seperti diatas. Maka lihat perubahan apa saja yang kamu alami.

Jika tidak mati penasaran setidaknya kamu akan tervonis beberapa penyakit yang lumayan berbahaya. Tubuh yang selalu diajak melakukan rutinitas yang tidak sehat akan dengan sendirinya memberi peluang untuk menyambut berbagai ancaman virus dan bakteri yang masuk.Siklus buruk yang telah saya paparkan sebelumnya merupakan siklus ideal sebagai rentan waktu bagi virus untuk mengembangkan penyakit.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya?

Melakukan hobi

Daripada menghabiskan waktu dengan murung di kamar, bersedih dan galau sambil menangis menghabiskan 2 kotak tissue penuh, atau terus menyalahkan diri sendiri atas semua yang telah terjadi. Jangan, hindari kegiatan tidak penting seperti ini. Hal ini akan membuat kamu semakin jatuh dan terpuruk.

Saatnya untuk bangun dan terima kenyataan yang telah terjadi. Hal-hal konyol seperti itu hanya dilakukan oleh orang bodoh yang tidak bisa berfikir realistis sesuai fakta. Tidak ingin dikategorikan bodoh? lakukan kegiatan positif yang membuat mood kamu menjadi lebih baik.

Salah satunya menghabiskan waktu dengan melakukan hobi sesuai jati diri kamu seperti melukis, menari, menulis, bermusik, jalan-jalan, shoping, naik gunung, olahraga dan masih banyak lagi. Dengan menyibukan diri sendiri kamu seolah-olah keluar dari zona tidak nyaman yang sebelumnya menahanmu untuk diam. Maka ini saatnya untuk melawan rasa galau itu.

Berbagi cerita

Berbagi cerita disini bukan berarti menceritakannya kepada semua orang. Cukup orang-orang yang paling berperang penting saja di kehidupan kamu misalnya, ibu, ayah, saudara entah kaka atau adik, dan pasangan(suami/istri).

Penyebab stress yang paling utama adalah memendam semua beban sendiri, hanya berusaha memikirkannya sendiri padahal kamu tahu bahwa kamu tidak bisa menghadapinya. Maka keluarlah dari sikap egois yang hanya menghambatmu untuk melangkah. Ceritakan semua keluh kesah yang sedang kamu alami. Memendamnya sendiri hanya akan membuat kamu menjadi lebih buruk.

Intropeksi diri

Setelah berusaha keluar dari zona tidak nyaman dengan melakukan hobi, atau sudah meluapkan semua keluh kesah kepada seseorang. Kali ini cara terakhir yang harus kamu tempuh adalah ”intropeksi diri”. Orang yang mudah stress biasanya orang yang terlalu antusias terhadap segala hal sehingga ketika dia tidak mampu menggapainya maka dia lebih mudah jatuh karena terbiasa diatas. Apakah kamu termasuk tipe yang seperti itu?

Karakter memang sulit dipisahkan dari raganya masing-masing, hanya saja lebih santai dalam berfikir dan bertindak, bukan berarti santai dalam melakukan pekerjaan. Jangan terlalu berlebihan pula, sebab orang yang memiliki antusias yang tinggi memiliki resiko lebih tinggi. Intinya tetap berada pada porsi yang normal dan seimbang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *