Hindari penggunaan talenan kaca, ini efek negatifnya!

Bagi ibu rumah tangga sejati, dapur merupakan tempat terindah baginya untuk mengekspresikan diri. Yap, demi menyenangkan suami dan keluarga mereka rela mandi keringat untuk menyediakan persediaan makanan setiap harinya. Karena terbiasa bergelut di ruang dapur rasanya anda sudah tidak heran lagi dengan segala macam perabotan dapur yang biasa digunakan seperti sendok, piring, pisau, talenan dan masih banyak lagi.

Nah, dalam pemilihan perabotan dapur seperti apa sih yang biasanya jadi pertimbangan? apakah dari harganya? Bahannya? Atau seberapa tampan orang yang menjualnya? Yang paling terpenting adalah bahannya. Sebagai ibu rumah tangga yang baik dan benar perlu di sepakati jika pemilihan perabotan dapur haruslah mengacu pada jenis bahan. Misal untuk makan, banyak yang cari bahan plastik dengan alasan bahan plastik tidak mudah pecah dan tahan lama. Namun, pilihlah bahan piring plastik yang berkualitas, jenis ini biasanya lebih mahal dibanding piring kaca.

Selain memilih jenis bahannya, kita juga perlu memperhatikan kegunaan barang elektronik tersebut. Memang, sekarang ini banyak sekali alat dapur yang bermunculan, dari mulai bahan seng, plastik, alumunium, kaca dengan berbagai desain yang berbeda-beda juga harga yang bervariasi. Namun, bukan ini yang harus menjadi pandangan kita. Pertama, pilihlah jenis bahan yang berkualitas (yang berkualitas tidak harus mahal) Lalu gunakan sesuai pada tempatnya.

Maksudnya, ketika kita memilih suatu jenis bahan, fikirkan dulu, apakah ini tidak akan bermasalah jika digunakan? Mungkin banyak yang berfikir ”yang penting masak bisa makan sudah selesai” Padahal harusnya tidak seperti itu, alat dapur dan kegunaannya yang salah juga dapat mempengaruhi makanan, yang ujung-ujungnya berpengaruh juga terhadap kesehatan tubuh.

Mengenal jenis alat dapur dan kegunaannya

Kesalahan tidak harus selalu datang dari masalah yang besar saja, terkadang hal-hal sepele yang tidak kita sadari pun memiliki resiko besar yang akan merugikan. Berikut beberapa jenis bahan alat dapur sesuai kegunaannya.

Stainless Steel. bahan ini tahan terhadap panas dan cepat menghantarkan panas. Tidak menimbulkan kerak, lemak yang berada di dalam makanan pun tidak bisa masuk ke dalam permukaan stainless steel. Oleh karena itu gunakanlah bahan yang terbuat dari stainless steel untuk penggorengan, panci, alat kukus, alat pemanggang, sendok, dan lain-lain yang berhubungan dengan panas.

Kaca. bersifat solid, lemak dan minyak pun tidak bisa masuk ke dalam permukaan peralatan dapur berbahan kaca, mudah dibersihkan, namun kaca terkadang tidak tahan terhadap panas dan memiliki beban yang cukup berat. Karenanya gunakanlah kaca untuk peralatan dapur yang tidak berhubungan langsung dengan api seperti piring, gelas, mangkuk, tutup panci, dan lain sebagainya.

Kayu. menyerap panas dan tidak menghantarkannya, oleh karena itu kayu sangat baik digunakan untuk spatula, sendok nasi, dan sendok sayur. Sayangnya pori-pori pada kayu bisa menyebabkan lemak dan minyak masuk ke dalamnya, perhatikan cara mencuci perabotan berbahan kayu. Cucilah peralatan kayu hingga tidak ada bekas lemak dan minyak yang menempel.

Plastik. Bahan dasar plastik usahakan untuk tidak digunakan secara terus menerus, terutama yang berhubungan dengan panas. Karena itu bahan plastik ini paling tepat digunakan sebagai landasan pisau, cetakan, dan tempat puding, atau roti. Pilih jenis makanan yang tidak panas.

Lalu, seperti apa sih penggunaan bahan yang salah?

Banyak sekali orang yang masih menggunakan alat makan yang tidak sesuai pada tempatnya seperti diatas. Misalnya, menggunakan piring plastik untuk sayur panas, atau gelas plastik untuk kopi dan teh panas. Apalagi jika gelas dan piring masih baru, bau plastik yang masih menyengat bisa menempel pada makanan atau minuman yang di konsumsi.

Selanjutnya adalah dalam penggunaan talenan. Yap, sudah tahu bukan seperti apa itu talenan? Talenan biasa digunakan untuk memotong sayur, buah, daging atau bahan masakan lainnya.Nah, memang seperti apa jenis talenan yang seharusnya digunakan? Pemilihan talenan yang benar ditujukan agar talenan tersebut awet digunakan, meminimalisir goresan pisau, dan juga membantu pemotongan lebih mudah dan sehat. Adapun jenis bahan yang digunakan, pilihlah jenis talenan dengan bahan kayu atau plastik.

Talenan plastik lebih mudah digunakan dan awet, sedangkan talenan kayu lebih ramah terhadap goresan pisau. Namun sekarang ini banyak orang yang malah menggunakan talenan kaca sebagai andalan. Mengapa orang lebih suka talenan kaca? apakah talenan kaca berbahaya? Sama seperti yang lainnya, talenan kaca juga memiliki kelebihan khusus, namun lebih banyak bahaya dan resiko yang dimiliki.

Efek negatif penggunaan talenan kaca

Talenan kaca memang memiliki keunggulan yakni tahan terhadap noda dan bau, talenan kaca mudah dibersihkan juga, jadi tidak perlu khawatir takut ada noda nempel. Namun kondisinya yang licin memiliki resiko yang besar bagi anda untuk mengalami cedera karena pisau bisa dengan mudah meleset melukai jari. Apa ini terlihat sepele? tidak. bahan makanan yang sebelumnya dipotong bisa saja terkontaminasi darah tanpa anda sadari.

Talenan kaca juga rentan goresan, mudah pecah. Selain itu talenan kaca hanya bisa digunakan untuk beberapa jenis bahan masakan saja. Untuk memotong daging tentunya akan sangat sulit karena licin. karena itulah talenan kayu dianggap multifungsi karena cocok digunakan untuk berbagai jenis bahan masakan. Namun, setelah digunakan untuk memotong daging, rendam talenan dengan air panas karena bakteri rentan sekali menempel.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *