Hindari obat kumur yang mengandung alkohol, ini efek buruknya bagi kesehatan gigi!

Setelah menggosok gigi mungkin masih banyak orang yang kurang percaya diri dan menganggap mulutnya masih bau, karena rasa kurang percaya diri itulah mereka menggunakan produk tambahan yakni obat kumur yang digunakan setelah mengosok gigi, banyak orang yang selalu berasumsi bahwa berkumur dengan cairan kumur dapat menyempurnakan pembersihan mulut dan gigi setelah gosok gigi, kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan beberapa merk obat kumur yang malah sering di iklankan di salah satu TV swasta. Kebanyakan orang berfikir bahwa segala sesuatu yang di iklankan, telah di legalkan dan aman digunakan. Tapi nyatanya tidak, misalnya saja beberapa tahun lalu BPOM menemukan kandungan yang berbahaya di dalam pembalut wanita yang populer di iklankan. Jadi, terkenal atau tidaknya suatu produk tidak selalu menjadi patokan bagi kita untuk menggunakannya, malah banyak produk yang tidak di iklankan yang justru lebih baik kualitasnya.

Begitupula dengan obat kumur, permasalahan ini sering menjadi pro dan kontrak oleh beberapa pihak sejak dulu, mengapa demikian? mungkin beberapa pihak merasa baik-baik saja setelah menggunakannya sedangkan sebagiannya lagi merasa adanya gangguan yang menyerang mulut mereka. Mengapa mereka kedua berbeda? Menurut penelitian medis obat kumur yang mengandung alkohol itu sudah pasti berbahaya. Adapun respon yang diterima oleh setiap orang itu berbeda-beda, orang yang terlalu sering menggunakannya atau berada di kalangan perokok aktif akan menerima respon yang lebih cepat. Sebaliknya orang yang jarang menggunakannya mungkin akan mengalami respon yang lebih lama. Namun para peneliti tetap pada pernyataan utama bahwa obat kumur beralkohol itu berbahaya.

Mengapa obat kumur beralkohol berbahaya?

Setelah anda menggunakan obat kumur anda mungkin akan merasa segar, nafas menjadi harum, juga hilangnya sisa-sisa makanan yang menempel di gigi, ini tentunya akan memberi kekaguman tersendiri pada obat kumur tersebut. Namun kita perlu tau bahwa hampir semua jenis obat kumur mengandung alkohol yang jelas tidak sehat, menurut penelitian kandungan Alkohol di dalam obat kumur dapat menyebabkan dehidrasi dan merusak keseimbangan bakteri alami dalam mulut, juga menghilangkan bakteri baik di dalam mulut, jika ini terjadi bakteri jahat akan semakin berkembang di dalam mulut dengan mudah. Jadi bukan hanya noda kotor saja yang dibawa pergi melainkan kandungan baik yang seharusnya terjaga.

Benarkah obat kumur beresiko kanker mulut?

Dr David COnway dari University Of Glasgow menuturkan bahwa penggunaan obat kumur sebanyak 3 kali sehari beresiko tinggi terkena kanker mulut. Kandungan alkohol di dalam obat kumur dapat meningkatkan kerja senyawa penyebab kanker seperti nikotin yang akan menembus lapisan mulut, meskipun belum pasti, namun ada baiknya jika menghindarinya lebih awal sehingga dapat mengantisipasi sejak dini. Bukan tidak boleh juga, jika memang anda sudah terlalu terbiasa dengan hal ini ada baiknya lebih dikura lagi takarannya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Cara terbaik untuk mengatasinya yakni dengan tidak menggunaka obat kumur sama sekali, sikat gigi saja sudah lebih dari cukup untuk membersihkan kotoran di sela-sela gigi asalkan pembersihannya harus benar. Jangan asal sikat aja, misalnya arah sikat gigi, arah putaran gigi, cara membersihkan gigi depan belakang dan samping itu berbeda. Bagaimana jika anda memiliki bau mulut permanen yang sulit disembuhkan? konsulitasikan ke doktern ahlinya, jika pun cara mengatasinya harus dengan obat kumur, dokter akan merekomendasikan obat kumur terbaik untuk anda gunakan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *