Hati-hati, Ciri makanan berformalin yang tidak kita sadari!

Masih ingat dengan acara televisi yang selalu mewawancarai seseorang dengan nama samaran ”mawar”? Apakah kamu benar-benar berfikir bahwa itu adalah dialog resmi seseorang dengan setangkai bunga mawar? Tidak lah ya, bunga berbicara hanya ada di film film kartun saja. nama ”si mawar” disini disamarkan bagi para pedagang yang mencampurkan formalin dalam makanannya dengan tujuan memanipulasi pembeli. Mereka dengan sengaja disamarkan suara dan namanya agar tidak diketahui umum secara luas. Perlu kita ketahui bahwa formalin tidak seharusnya terkandung dalam jenis makanan apapun. Jika makanan tersebut mengandung formalin maka efek yang timbul sangat berbahaya sekali, bahkan mengancam jiwa. Formalin itu apa sih? Kenapa formalin tidak boleh ada di dalam makanan?

Sekilas info tentang formalin

Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksander Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.Formaldehida terbentuk akibat reaksi oksidasi katalitik pada metanol. Karena itulah formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon dan terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia. Pada intinya, formalin tentu sangat tidak layak terkandung dalam makanan. Ini seperti tidak pada tempatnya.

Lalu untuk apa formalin diciptakan? Fungsi formalin sebenarnya adalah untuk pembunuh gulma, pengawet mayat, bahan desinfektan dalam industri plastik, busa, dan resin untuk kertas. Lalu apa tujuan pedagang menggunakan formalin pada makannanya? Untuk mempertahankan makanan lebih lama, membuat tekstur makanan tetap sama (terlihat baik-baik saja). Cara ini banyak sekali dilakukan demi mendapat keuntungan yang besar. Siapa yang rugi dan siapa yang untung? pedagang rugi, dan kita sebagai pembeli akan merasa di rugikan. Nyawa bahkan lebih berarti dibanding makanan berformalin yang seharga 5rb-an. Lebih cerdik dalam memilih makanan.

Apa yang akan terjadi bila kita mengkonsusi makanan yang mengandung formalin?

Efek formalin jika terkena kulit atau tertelan

  • Luka bakar pada kulit
  • Iritasi pada saluran pernafasan
  • Reaksi alergi dan bahaya kanker pada manusia.

Dampak formalin pada kesehatan manusia yang bersifat Akut :

  • Iritasi
  • Alergi
  • Kemerahan
  • Mata berair
  • Mual
  • Muntah
  • Rasa terbakar
  • Sakit perut dan pusing

Efek formalin dalam jangka waktu lama

  • Iritasi parah
  • Mata berair
  • Gangguan pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat.
  • Menganggu siklus menstruasi
  • Bersifat karsinogen (menyebabkan kanker)
  • Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.

Bagaimana cara mengenali ciri dari makanan yang mengandung formalin

  • Hindari makanan dengan harga murah. Apapun yang berlabel murah pasti paling di buru, tapi soal makanan jangan cari yang murah-murah. Makanan yang murah rata2 tidak higienis dan patut dicurigai.
  • Teksturnya sangat bagus, kenyal dan tidak mudah hancur, awet dalam beberapa hari, tidak membusuk.
  • Mie basah yang tidak busuk melebihi 3 hari
  • Ayam potong yang bersih dan berbau obat, awet lebih dari tiga hari.
  • Ikan basah berwarna putih, insangnya berwarna merah tua dipastikan mengandung formalin.
  • Produk bakso yang kenyal, bertahan lama dan berbau zat kimia.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *