Gangguan narsistik, kepribadian diri yang paling merugikan

Setiap orang memiliki kehidupannya masing-masing, dari mulai hubungan keluarga, finansial, hubungan percintaan, termasuk sifat dan gaya hidup yang tidak bisa lepas dari diri masing-masing.

Kita mungkin sudah menemukan banyak watak di dunia ini, di anggota keluarga saja misalnya, masing-masing memiliki watak tersendiri yang tidak bisa di samakan, apalagi di lingkungan sosial yang lebih luas, kamu akan menemukan berbagai macam watak di diri mereka masing-masing.

Ada yang pendiam, pemarah, periang, yang jorok, penyayang, ada juga yang selalu ingin terlihat sempurna. Sebenarnya masing banyak lagi watak-watak manusia yang tidak bisa sayang sebutkan satu per satu. Hanya saja rasanya watak-watak di atas sudah umum sekali kita temukan. Benar? mana yang paling menjengkelkan diantaranya? Yang jorok? yang jorok ternyata masih kalah dengan yang ingin selalu ingin terlihat sempurna.

Sifat yang tidak disukai dalam pertemanan

Apakah kamu juga memiliki teman dengan sifat seperti ini? atau malah kamu sendiri yang memilikinya? Orang yang selalu ingin terlihat sempurna biasanya tidak ingin di kalahkan, selalu ingin di nomer satukan dan tampilannya selalu sempurna (gaya hidupnya selangit). Orang dengan pribadi seperti ini biasanya sulit diterima di lingkungan sosialnya, malah di keluarganya sendiri. Mengapa demikian? Karena sifat yang nampak darinya adalah sifat kesombongan yang tidak orang sukai. Orang-orang terkadang akan merasa tersakiti karena sikap yang dimilikinya. Hingga pada kesimpulannya orang berfikir ”dia tidak cocok dijadikan teman”

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kedua sisi ini tidak nampak kita lihat secara langsung, yang nampak biasanya hanya satu sisi saja.Misal, orang yang terlihat baik, rama, sopan, akan di sukai banyak orang karena sifatnya ini yang nampak, apa kita peduli dengan sisi yang satunya? Tidak. Kita ha nya menyimpulkan diri bahwa dia baik tanpa perduli sisi buruknya. Mungkin saja di balik keramahannya, dia memiliki sisi yang menyeramkan yang tidak terduga.

Begitu juga dengan watak yang saya sebutkan sebelumnya, orang yang selalu ingin sempurna hanya memperlihatkan sisi buruknya. Sehingga sisi baiknya terpendam dan jarang diketahui. Kita tidak pernah tahu, mungkin saja dibalik sifat buruknya itu tersimpan sisi yang lembut atau bahkan sisi yang menyedihkan. Hal ini terkait dengan gangguan kepribadian narsistik.

Apa itu gangguan narsistik?

Gangguan narsistik merupakan gangguan mental di mana orang memiliki rasa bahwa diri mereka orang yang sangat penting dan kebutuhan yang mendalam untuk dikagumi. Orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik percaya bahwa mereka lebih unggul dari orang lain dan kurang memperhatikan perasaan orang lain. Namun, dibalik rasa percaya diri ini mereka memiliki harga diri yang rapuh juga sangat rentan terhadap kritik, penghinaan dan diskriminasi.

Gangguan kepribadian narsistik salah satu jenis gangguan kepribadian yang cukup berbahaya bagi penderita, dimana ketika dia tidak bisa mengontrol diri dengan benar, ada kemungkinan terjadi suatu hal yang lebih kronis lagi, ketika lepas kontrol saat menghadapi masalah, penderita beresiko mengalami penyakit gangguan kejiwaan yang berbahaya. Sebagai ciri umumnya, penderita gangguan narsistik akan mengalami kondisi dimana mereka berperilaku dengan cara yang “menyedihkan”, hingga membatasi kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungannya, di rumah, sekolah atau tempat kerja.

Ciri sifat yang dimiliki penderita gangguan narsistik

  • Merasa bahwa dirinya penting
  • Merasa bahwa dirinya terhebat
  • Memiliki rasa berlebihan bahwa dirinya penting
  • Ingin diakui sebagai superior bahkan tanpa prestasi yang menjamin
  • Menuntut pasangan yang sempurna
  • Merasa lebih unggul dari orang lain
  • Ingin selalu dipuji
  • Selalu ingin tampil sempurna
  • Mengambil keuntungan dari orang lain (memanfaatkan)
  • Selalui ingin diakui (dalam hal kehebatan)
  • Tidak perduli dengan perasaan orang lain
  • Selektif dalam memilih teman tau orang terdekat
  • Selalu iri pada orang lain
  • Berprilaku arogan atau sombong

Gangguan narsistik apakah bisa di sembuhkan?

Cara penyembuhan yang paling benar yakni dengan mengubah sifat buruk yang dimiliki. Meski ini cukup sulit namun tidak ada salahnya mencoba. Seperti yang pepatah katakan ”bisa karena terbiasa”. Bagaimana caranya? Hal utama yang harus dilakukan yakni membuat orang percaya bahwa kamu layak dijadikan teman.

Apa fungsi teman? teman yang sejati tidak hanya datang ketika senang saja, dia akan menemanimu melewati masa sulit. Ketika kamu menghadapi masalah yang cukup besar teman bisa andil untuk ikut menyembuhkannya. Untuk mendapatkan hati orang lain karena sikapmu dulu mungkin terbilang sulit dan dibutuhkan perjuangan yang cukup berat. Lebih jelasnya anda bisa meminta bantuan psikolog atau psikiater untuk menanganinya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *