Fakta kopi sembuhkan stres ternyata tidak benar!

Kehidupan tidak selalu berujung manis dan bahagia, adakalanya kita harus mengalami berbagai ujian kehidupan, masalah, perdebatan, dan situasi yang rumit untuk di selesaikan. Biasanya, perasaan ini berujung dengan stress yang berkelanjutan. Malah, bagi mereka yang mentalnya lemah stress ini akan berujung pada gangguan jiwa yang menyeramkan.

Apakah stres selalu berujung pada kondisi gangguan kejiwaan? Stress memang akan mempengaruhi psikologis seseorang namun hal ini tidak selalu dikaitkan dengan kegilaan. Kembali lagi kepada pribadi masing-masing dan seberapa berat masalah yang dihadapi. Seberat apapun masalahnya, jika anda adalah seseorang dengan pribadi yang kuat maka masalah tersebut akan segera terselesaikan.

Stres merupakan permasalahan umum yang sering di alami dan termasuk komponen pendukung timbulnya berbagai serangan penyakit. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa penyakit yang memiliki penyebab dominan terhadap tingkat stres yang dialami seperti darah tinggi, jantung, dan berbagai penyakit lainnya. Orang yang sedang mengalami siklus stres cenderung mengalami pola hidup yang buruk misalnya pengkonsumsian makanan yang tidak teratur, pola tidur dan kegiatan lain yang bisa memperburuk keadaan tubuh. Inilah yang menjadi penyebab lemahnya fungsi tubuh.

 

Akhir-akhir ini berbagai penelitian menyatakan bahwa kopi bisa menurunkan kadar stres seseorang, pernyataan ini sontak saja membuat banyak orang tersenyum, setidaknya ada sesuatu yang aman daripada alkohol untuk di konsumsi ketika stres. Namun hal ini belum tentu dibenarkan, mengingat berbagai ancaman kopi yang mungkin saja.

Benarkah kopi bisa mengobati stres?

Kopi termasuk minuman yang paling banyak di perdebatkan. Mengapa demikian? kopi memiliki dua sisi yang berbeda, yakni sisi negatif dan sisi positif yang harus kita pahami. Berbeda dari minuman lainnya, kopi memang mengandung banyak khasiat bahkan menguntungkan, namun untuk orang-orang tertentu kopi justru bisa berbahaya bahkan bisa membunuh.

Mengapa demikian? seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa kopi memiliki sisi negatif dan sisi positif tersendiri, mari kita bandingkan sisi keduanya.Menurut Harvard Womens Health, misalnya. Menyatakan bahwa mengkonsumsi kopi dalam sehari bisa mengurangi resiko diabetes tipe 2, mengurangi pembentukan batu ginjal, mengurangi penyakit parkinson, mengurangi kerusakan fungsi hati(sirosis) dan penurunan daya kognitif otak.

Ketika mendengar kabar seperti ini bisa saja pencinta kopi semakin meningkatkan porsi minumnya, atau yang tadinya tidak suka kopi jadi memaksakan diri untuk menyukainya karena manfaat-manfaatnya.

Meski demikian, kita sempat lupa bahwa kandungan kafein di dalam kopi memiliki sifat stimulan yang mencandu, lama-kelamaan orang akan terus mengkonsumsinya, semakin memperbanyak porsi setiap harinya dan kewalahan untuk menghentikannya. Jika hal ini terjadi, kandungan kafein dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular seperti peningkatan tekanan darah dan peningkatan detak jantung seseorang. Kelebihan porsi kopi bisa menyebabkan berbagai dampak negatif seperti jantung berdebar, sulit tidur, pusing, darah tinggi dan efek negatif lainnya.

Apakah anda benar-benar berfikir kopi bisa menyembuhkan stress seseorang?

Beberapa ilmuwan memang menyatakan bahwa kopi dapat mempengaruhi otak agar selalu waspada, juga bisa mempengaruhi neurotransmitter untuk membantu anda melawan gejala stres. Namun, dengan adanya pernyataan ini bukan berarti anda menyalah gunakannya begitu saja. Ketika stress, anda sulit mengendalikan diri termasuk pengendalian emosional, karena berfikir bahwa kopi baik dinimun ketika stress anda mungkin akan seenak jidat saja mengkonsumsinya tanpa memperdulikan tarakan yang seharusnya.

Nah, disinilah letak kesalahannya, pengkonsumsian kopi yang berlebihan akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Apalagi bagi anda yang memiliki riwayat maag atau vertigo. Jangankan ketika stress, mengkonsumsi kopi ketika sehat saja sangat tidak dianjurkan bagi penderita penyakit ini dan beberapa penyakit sensitif lainnya.

Kesimpulannya, kopi bisa menjadi obat stres dengan beberapa syarat yakni, pengkonsumsian 1-2 gelas saja dalam sehari dengan jarak pengkonsumsian yang jauh (tidak dilangsungkan dua gelas), kemudian tidak memiliki riwayat penyakit yang sensitif terhadap kopi seperti maag atau vertigo. Selain itu, perhatikan jarak pengkonsumsian yang baik, dengan begitu anda akan merasakan sendiri efek kopi yang baik itu seperti apa.

  • Bedasarkan penelitian, dalam kondisi normal, puncak produksi kortisol adalah jam 09.30 – 11.30 pagi dan 13.00 – 17.00. Konsumsi kopi di luar jam tersebut.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *