Epilepsi pada anak, kenali gejalanya sejak awal

Epilepsi merupakan jenis penyakit yang menyerang sistem saraf otak yang disebabkan oleh aktivitas sel neuron yang berlebihan dan mengakibatkan reaksi terhadap tubuh dalam beberapa saat, kesemutan hingga kejang-kejang.

Sel neuron berfungsi unruk mengatur kesadaran, kemampuan berfikir, gerak tubuh, dan sistem indra. Jika jumlah sel neuron berlebih maka kemungkinan besar kerja otak pun akan terganggu.

Salah satu gejala yang ditimbulkan yakni kejang kejang yang berlangsung hingga beberapa menit. Penderita epilepsi yang telah akut pasti akan mengalaminya. Itulah yang membuat penderita merasa terganggu dengan tervonisnya penyakit berbahaya ini.Bisa anda bayangkan jika anda yang berada di posisi tersebut dan mengalami kembuh ditempat yang tidak kondusif seperti di tempat kerja, sekolah atay tempat-tempat umum lainnya. tentunya anda akan merasa terganggu bukan?

Epilepsi dibedakan menjadi tiga jenis yakni epilepsi simptomatik, kriptogenik, dan idiopatik. Meski terdapat perbedaan kata ketiga jenis epilepsi ini sama pengaruhnya terhadap tubuh yakni mengacaukan kerja otak dan merangsang tubuh hingga terjadi gejala-gejala yang lebih parah seperti kejang.Pada intinya epilepsi merupakan penyakit akut yang berbahaya dan perlu ditakuti. Seperti yang telah kita ketahui jika penyakit akut satu ini sangat berbahaya bagi keselamatan dan beresiko kematian yang sangat tinggi. Lalu, bayangkan jika penyakit ini menyerang anak-anak atau balita? apa yang mereka bisa lakukan? Selain pasrah dan meminta pertolongan orangtuanya, mereka bisa apa?

Apa penyebab epilepsi pada balita?

Penyebab epilepsi secara umum masih belum diketahui namun sebagian besar diakibatkan oleh kelainan bawaan, trauman otak, infeksi, hingga kekurangan oksigen saat persalinan. Jadi faktor utama penyebab balita yang terkena epilepsi adalah faktor keturunan. Jika ibu atau ayahnya mengidap epilepsi makan 50% kemungkinan janin yang dikandungnya akan mengidap penyakit yang sama. Penyebab epilepsi pada balita secara medis :

  • Pembentukan otak yang tidak sempurna di dalam janin sehingga mengakibatkan fungsi otak menjadi terganggu.
  • Kekurangan nutrisi yang menyebabkan bayi memiliki kadar gula yang rendah, gangguan elektrolit, kekurangan makanan berkalsium, dan magnesium.
  • Gangguan metabolisme janin saat berada di dalam kandugan.
  • Ibu hamil yang mengkonsumsi alkohol, rokok dan narkoba akan membahayakan janin di dalamnya.
  • Bayi mengalami supply oksigen yang kurang saat dilahirkan
    Infeksi pada bagian otak bayi.

Bagimana gejala epilepsi pada balita?

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun akan mengalami gejala kejang-kejang yang parah dengan lama sekitar 15 menit selama kurun waktu tertentu dan selalu terulang. Namun sebelum pada tingkat ini balita biasnya menimbulkan gejala-gejala awal yang terkadang anda tidak sadari.

Tanda epilepsi pada balita yang paling umum adalah munculnya bercak cokelat di badan 1 hingga 2 sentimeter sebanyak 6 bercak. Hal ini dinyatakan oleh oleh staf divisi neurologi anak departemen ilmu kesehatan anak FKUI RSCM. Selanjutnya ada yang menimbulkan bercak kemerahan yang hampir menutupi wajah menyerupai jerawat dengan jumlah yang banyak. Nah jika anak anda mengalami salah satu gejala tersebut segera perikasakan ke dokter sebelum anak mengalami gejala yang lebih parah.

Jika gejala tersebut dibiarkan begitu saja maka  anak akan mengalami kejang-kejang seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Pentingnya mengetahui gejala kecil sejak awal harus menjadi perhatian orangtua terhadap anaknya, terlalu menganggap sepele penyakit menjadi penyebab utama anak mengidap penyakit akut.

Jika anak telah tervonis epilepsi akut dia akan mengalami gejala-gejala yang dialami oleh orang dewasa yaitu kejang, tidak sadarkan diri dengan tiba-tiba. Hal ini akan menghambat anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *