Biaya cuci darah paling murah di Indonesia

Istilah ”cuci darah” tampaknya tidak asing lagi kita dengar. Bahkan, bagi para penderita gagal ginjal, cuci darah menjadi rutinitas yang tidak bisa dihindari. Mengapa cuci darah itu penting?

Cuci darah bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan air yang berlebih dalam darah. Sebenarnya, tubuh mampu melakukan cuci darah secara otomatis dan alami dengan bantuan ginjal. Namun, dikarenakan ginjal yang dimiliki mengalami kegagalan fungsi (gangguan fungsi) maka proses cuci darah pun harus ditempuh melalui cara medis.

Ini menandakan bahwa, proses cuci darah itu sangat penting untuk kesehatan tubuh. Bisa kita bayangkan, bagaimana jika tubuh tidak melakukan cuci darah? kotoran akan menumpuk dan menjadi masalah yang besar jika dibiarkan. Namun proses cuci darah ini tidak diberlakukan kepada semua penderita gagal ginjal. Sebelumnya, dilihat dulu seberapa parah diagnosis yang di derita. Untuk pasien yang kehilangan fungsi ginjalnya antara 85-90 persen wajib melakukan cuci darah agar terhindar dari beragam komplikasi yang fatal.

Bagaimana proses cuci darah itu?

Mungkin pertanyaan ini sempat melintasi fikiran kita. ”Gimana sih proses cuci darah itu” Proses cuci darah melalui cara medis memang tidak akan menyandingi proses cuci darah yang alami dilakukan tubuh. Meski begitu, proses cuci darah yang dilakukan medis cukup membantu pasien untuk mengembalikan fungsi ginjal yang terganggu. Cari tahu yuk bagaimana sih proses cuci darah melalui cara medis yang sangat hebat ini!

Dalam melakukan proses cuci darah, ada dua metode yang bisa dipilih pasien, yaitu hemodialisis atau peritoneal dialisis. Apa  perbedaan dari keduanya?

  • Hemodialisis. Proses cuci darah dengan hemodialisis menggunakan dua selang yang dipisahkan oleh mesin penyaring. Selang pertama akan mengalirkan darah dari tubuh pasien melalui jarum menuju mesin penyaring. Dari mesin penyaring, darah akan menuju selang lain yang kemudian akan diteruskan ke dalam tubuh pasien.Proses ini biasanya menghabiskan waktu sekitar empat jam dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Efek samping yang biasanya muncul akibat hemodialisis adalah kulit gatal dan kram pada otot. Hemodialisis merupakan jenis cuci darah yang paling banyak diminati penderita.
  • Peritoneal dialisis. Metode ini tidak memakai mesin penyaring sebagaimana metode hemodialisis. Peritoneal dialisis dilakukan melalui peritoneum yang merupakan lapisan dalam dari perut yang digunakan sebagai penyaring. Peritoneum memiliki ribuan pembuluh darah kecil yang bisa berfungsi selayaknya ginjal.Pasien akan mendapatkan sayatan kecil di dekat pusar untuk jalan masuk kateter. Kateter ini akan ditinggal di dalam rongga perut secara permanen.

Fungsinya adalah memasukkan cairan dialisat, yaitu cairan yang mengandung gula tinggi untuk menarik zat sampah dan kelebihan cairan dari pembuluh darah sekitar, ke dalam rongga perut. Pasien akan merasakan perut penuh selama proses ini. Setelah proses ini selesai, cairan dialisat yang sudah mengandung zat sisa dan cairan ini dialirkan ke kantong khusus yang akhirnya dibuang. Lalu diganti dengan cairan segar.

Keuntungan proses cuci darah dengan metode Peritoneal dialisis adalah bisa dilakukan di rumah kapanpun dan pasien bisa melakukannya saat tidur. Namun, metode ini harus dilakukan empat kali tiap hari dan memakan waktu sekitar 30 menit. Peronitis alias infeksi peritoneum yang mengelilingi rongga perut mungkin terjadi akibat metode ini juga berbagai masalah lain seperti kenaikan badan karena cairan dialisat yang mengandung kadar gula cukup tinggi, atau munculnya hernia karena berat cairan di dalam rongga perut, ini semua merupakan faktor risiko yang harus pasien pertimbangkan sebelum memutuskan.

Berapa biaya yang harus di keluarkan untuk cuci darah?

Dengan kemampuan dan khasiatnya yang begitu hebat, tentu medis menghargai prosedur ”Cuci darah” ini dengan harga yang hebat juga. Dari tahun ketahun biaya untuk melakukan cuci darah terus mengalami peningkatan, bahkan di tahun 2015 lalu untuk melakukan cuci darah harganya berkisar Rp 1.000.000 (satu kali cuci darah). Sedangkan cuci darah itu tidak hanya membutuhkan waktu satu kali saja tapi beberapa kali dalam sepekan. Bisa kita akumulasikan jika dalam setahun berapa banyak uang yang harus dikeluarkan?

Berapa kali melakukan metode cuci darah? Tergantung seberapa parahnya tingkatan stadium yang dialami..Untuk penderita gagal ginjal kronik yang sudah stadium 5 dimana fungsi ginjalnya tinggal atau kurang dari 25% mesti melakukan cuci darah 2x dalam seminggu,sehingga dalam sebulan bisa melakukan 8x hemodialis atau mengeluarkan biaya min 8 juta.Selain itu sebelum melakukan cuci darah pasien juga harus melakukan serangkaian tes seperti cek kondisi Hb dan apakah bebas dari HIV, belum lagi berbagai administrasi lainnya. Sedangkan biaya untuk pemasangan kateter untuk cuci perut Peritoneal dialisis(CAPD) adalah sekitar 15jt (satu kali cuci perut) jika diakumulasikan, dan perkiraan biaya setahun untuk cuci perut sekitar 80jt.

Biaya cuci yang paling murah di indonesia

”Murah” menjadi hal yang harus dipertimbangkan dalam pengobatan. Karna kita tahu, perekonomian setiap orang itu berbeda-beda. Lalu adakah sejumlah rumah sakit yang memberikan penawaran cuci darah yang lebih murah? Jika ada, sudah dipastikan jika rumah sakit tersebut ILEGAL. Karena kenapa? untuk pengobatan medis yang canggih seperti itu, rumah sakit tidak mungkin membandrolnya dengan harga yang murah.

Belum pembiayaan dokter specialis, perawat, alat, semuanya membutuhkan uang yang tidak sedikit. Jika pun dibantu dengan bantuan pemerintah itu tidak akan ful semuanya, tetap saja anda harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Apa ini artinya mereka yang memiliki perekonomian menengah kebawah tidak memiliki harapan untuk sembuh? Peluang kesembuhan berhak dimiliki oleh siapapun tanpa mengenal status perekonomiannya. Untuk mereka yang berada dilingkaran menengah kebawah ada penawaran pengobatan yang lebih efektif yakni dengan ”Melakukan pengobatan alami”

 

Hentikan keresahanmu dan temukan solusi pengobatan yang aman, alami dan berkualitas
Pengobatan gagal ginjal dengan QNC Jelly Gamat Tanpa Cuci Darah

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *