Bahaya minum air putih lebih dari 8 gelas!

Pengkonsumsian air putih memang sangat di wajibkan sekali, fungsi air putih sendiri sangat berarti bagi tubuh dari mulai melancarkan pencernaan, mengeluarkan racun, memberi energi tubuh, sebagai cairan tubuh, melancarkan peredaran darah, melancarkan mestruasi dana masih banyak lagi. Dalam sehari, pengkonsumsian air putih di usahakan sebanyak 8-7 gelas sebagai kadar normal. Apa yang akan terjadi bila kadar air lebih kurang dari yang seharusnya?

Tubuh akan lemah, kekurangan cairan dan mudah lelah, karena itulah pengkonsumsian air putih harus di maksimalkan sesuai pada kadar yang di tetapkan. Meski demikian, bukan berarti anda seenaknya saja minum tanpa batasan dengan alasan ”untuk memperbanyak cadangan ari di dalam tubuh” Tidak juga lah ya, manusia bukan unta yang bisa menyimpan cadangan minuman sebanyak itu.Terlalu berlebihan mengkonsumsi air putih justru membersi efek buruk pada tubuh. Apa efek yang akan ditimbulkan?

Bahaya terlalu banyak mengkonsumsi air putih

Minum air putih memang baik bagi kesehatan, namun terlalu banyak mengkonsumsinya juga tidak baik bagi kesehatan. Tidak semua yang baik itu dianggap baik. Kadang salah penempatan dan cara menggunakannya yang salah pun bisa membuat hal yang tadinya baik menjadi buruk bahkan sangat buruk. Jika tidak boleh berlebihan, lalu harusnya bagaimana? Sesuai dengan kadar yang di tetapkan yakni 8 gelas per hari. Itupun pengkonsumsiannya harus ber skala (tidak dilangsungkan).

Apakah sudah ada bukti bahwa pengokonsumsian air yang berlebih itu berbahaya? Yap, Seorang wanita berusia 59 tahun di inggris meningkatkan asupan air putihnya dengan meminum 250 ml aur setiap setengah jam. Fikirnya, air putih dapat membersihkan tubuhnya dari kotoran. Namun, yang terjadi malah sebaliknya, dia justru mengalami sakit serius dan dirawat di King’s College Hospital. Kadar garamnya amat rendah dalam darah. Dia mengalami beberapa gejala yakni bergetar, kacau dan muntah beberapa kali dan beberapa gejala lainnya. Selain itu, mengkonsumsi banyak air juga bisa menyebabkan permasalahan kesehatan lainnya seperti

Kerusakan glomerulus

Glomerulus berada di dalam ginjal yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan air yang berlebih di dalam tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa ginjal merupakan organ inti yang memiliki tugas dalam proses pembentukan urin (air kencing). Namun fungsi ini berjalan buruk ketika anda mengkonsumsi air dengan takaran yang berlebih. Terlalu banyak air yang berada dalam tubuh menyebabkan kerusakan sistem pembentukan urin pada ginjal, hal ini tentunya akan sangat berbahaya dan menganggu kesehatan yang cukup serius. Untuk memproses air di dalam ginjal, butuh waktu kemampuan filtering normal (1000 ml per jam).

Hiponatremia

Apa itu hiponatremia?g yakni penyakit yan disebabkan oleh kandungan natrium yang tidak normal dalam darah. Kandungan natrium dalam darah dapat mempengaruhi fungsi elektrolit, dimana elektrolit ini seharusnya bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal ke sel-sel yang mengendalikan berbagai operasi dari tubuh. Terlalu banyak minum air membuat kandungan dalam natrium darah menurun sehingga elektrolit berhenti mengirim sinyal ke sel. Pengkonsumsian air yang terlalu banyak (melebihi kadar) bisa menjadi penyebab utamanya.

Jantung

Jantung merupakan organ inti yang paling berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Jantung memiliki fungsi vital untuk memompa darah untuk di edarkan ke seluruh tubuh. Namun fungsi ini tidak akan berjalan tanpa bantuan, komponen yang dapat membantu jantung untuk menjalankan fungsinya yakni dengan memenuhi kadar air yang normal. Namun jika anda mengkonsumsi terlalu banyak air, volume dalam darah akan meningkat.

Perut mengalami iritasi

Apapun yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke dalam perut untuk di cerna, baik atau tidaknya makanan dan minuman akan ditentukan oleh sistem pencernaan. Masuknya kadar air yang terlalu banyak mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang iritasi di perut anda. Hal ini menjadi tahap awal dari hiponatremia.

Pembengkakan sel

Terlalu berlebih mengkonsumsi air juga dapat menganggu konsentrasi elektrolit dalam darah menjadi lebih rendah dibanding kandungan yang berada di dalam sel. Akibatnya konsentrasi eletrolit dalam darah terganggu hingga mengakibatkan terjadinya pembengkakan sel.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *