Bahaya ikan laut bagi kesehatan, bisa menyebabkan gangguan serius

Makanan merupakan sumber energi yang berfungsi untuk mempetahankan dan menunjang kehidupan manusia, tanpa mengkonsumsi makanan kita tidak bisa bertahan hidup. Bukan soal tidak mengkonsumsi makanan saja, salah dalam pengkonsumsian makanan pun sama beresikonya bagi tubuh. Seperti yang telah kita ketahui bersama, sekarang ini kita sudah banyak sekali berkenalan dengan berbagai jenis makanan yang belum tentu jelas komposisinya, bahkan banyak diantaranya mengandung zat kimia yang berbahaya seperti pengenyal, pewarna, perasa dan zat kimia lainnya. Pengkonsumsian makanan seperti ini sama saja dengan tidak mengkonsumsi makanan apapun. Ketika kita sadar fungsi makanan itu penting seharusnya ini menjadi tolak ukur bagi kita untuk memilah makanan mana yang seharusnya di konsumsi dan seharusnya dihindari. Kita mungkin sudah hafal sekali tentang apa saja makanan yang bergizi dan ideal bagi tubuh

Makanan apa saja yang bergizi bagi tubuh? sebut saja makanan 4 sehat 5 sempurna yang rasanya sudah familiar sekali kita dengar, makanan 4 sehat 5 sempurna mengandung zat-zat yang baik bagi tubuh dan merupakan asupan yang paling ideal tidak berlebihan ataupun tidak kekurangan. Sayangnya, di zaman sekarang ini bahan makanan yang dianggap bergizi pun menjadi tercemar dan tidak layak konsumsi, seperti halnya makanan laut misalnya udang, ikan, kepiting dan hewan laut lainnya. Akhir-akhir ini kita sering mendapati kualitas hewan laut yang tidak layak konsumsi. Bukannya hewan laut juga bergizi? mengapa hewan laut dianggap berbahaya?

Bahaya pengkonsumsian hewan laut bagi kesehatan

Makanan laut alias seafood merupakan salah satu makanan yang paling banyak digemari oleh semua kaum, pasalnya makanan laut asli lebih gurih dan nikmat , belum lagi kandungan gizinya yang sangat banyak. Sayangnya keunggulan ini sudah sulit sekali kita dapatkan sekarang, bukan tentang pasokannya yang kurang banyak, tetapi resiko yang akan ditimbulkannya. Mengapa makanan laut sangat beresiko? Sekarang kita sudah jarang sekali menemukan laut alami, banyak sekali bahkan hampir semua laut yang telah terkontaminasi oleh merkuri. Merkuri merupakan zat berbahaya yang berasal dari hasil dari sisa-sisa pembuangan pabrik atau bahan bakar kapal yang melintas, zat ini akan sangat berbahaya jika termakan oleh tubuh. Dengan begitu besar kemungkinan hewan yang berada di dalam laut ikut terkontaminasi dengan zat tersebut. Bahkan tidak sedikit nelayan yang sengaja melakukan penangkapan hewan laut dengan cara meracuni airnya agar ikan cepat tertangkap. Hal-hal seperti ini akan merusak kelestarian hewan laut dan zat yang dikandungnya, jika termakan kandungan zat tersebut akan merusak tubuh dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Gangguan kesehatan apa saja yang ditimbulkan?

  • Ikan yang memiliki kandungan merkusi 0.09 ppm, jenis ikan ini masih terbilang aman untuk dikonsumsi, namun pembersihannya harus benar begipula pengolahannya.
  • Ikan dengan kandungan merkuri 0,3-0,49 ppm. Untuk jenis ikan ini, masih bisa dikonsumsi maksimal 3 kali atau kurang dari satu bulan, melebihi batas waktu itu lebih baik untuk dihindari.
  • Ikan dengan kandungan merkuri lebih dari 0,5 ppm. Kandungan merkuri yang tinggi pada ikan sangat berbahaya bila dikonsumsi.

Apa yang akan ditimbulkan ikan bermeruki tinggi? Menyebabkan gangguan perkembangan saraf (neurologis) pada janin, bayi dan anak-anak, mengganggu kemampuan kognitif, memori, perhatian, bahasa, motorik halus dan kemampuan visual spasial. Gejala keracunan ikan bermerkuri tinggi yakni gangguan indera perasa, kurangnya koordinasi gerakan, penurunan bicara, mendengar, berjalan dan kelemahan otak.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tidak mengkonsumsi ikan sama sekali membuat kita kehilangan zat baik yang seharusnya dikonsumsi oleh tubuh. Namun ditengah-tengah pemberitaan seperti ini, bagaimana solusi yang harus kita hadapi? disisi lain takut keracunan, disisi lain hati ingin memakannya. Lalu apa yang harus kita lakukan? Lebih cerdik lah dalam memilih ikan yang segar dan pilih jenis ikan tertentu yang memiliki resiko yang sangat rendah. Bagaimana ciri-ciri ikan yang layak konsumsi?
Pilihlah ikan yang memiliki mata bening dan sedikit menggembung, daging berwarna mengkilap, terlihat lembab dan tanpa bintik-bintik gelap. Perhatikan pula jenisnya.

Menurut Joan Salge Blake, MS, RD Profesor Nutrisi dari Universitas Boston menyatakan bahwa kandungan omega-3 yang terdapat dalam ikan lebih tinggi daripada resiko merkurinya. Sehingga untuk beberapa ikan masih di kategorikan aman dikonsumsi. Bakteri merkuri lebih banyak terdapat di dalam airnya, bahaya yang lebih tinggi adalah ketika kita menelannya langsung. Merkuri dapat membahayakan janin dan anak-anak. Meski masih ada kemungkinan kita untuk mengkonsumsi ikan laut namun perhatikan pengkonsumsiannya, konsumsi makanan laut rendah merkuri seperti udang, salmon, lele, dan tuna. Hindari ikan yang berukuran lebih besar seperti hiu, ikan todak dan mackerel karena kandungan merkurinya lebih banyak dibanding ikan-ikan kecil.

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *