Bagaimana cara menghadapi orang yang memiliki kelainan bipolar?

Pernah mendengar istilah bipolar? istilah ini rasanya mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga, semenjak pesinetron marshanda mengidapnya, penyakit ini semakin dikenal hingga hampir semua orang jadi mengetahuinya. Namun anggapan masyarakat terhadap penyakit ini sering di salah artikan.

Banyak orang yang beranggapan bahwa seorang bipolar sama seperti halnya orang gila yang memiliki tempramental tinggi seperti yang sering kita temui di jalanan. Padahal sama sekali tidak, meski sama-sama memiliki inti permasalahan yang sama namun keduanya memiliki perbedaan.

Gangguan jiwa atau yang sering kita sebut dengan istilah gila Merupakan gangguan psikolog yang bersifat permanen dimana gangguan-gangguan tempramen dan tingkah lakunya berjalan tanpa disadari. Lain lagi dengan penderita sindrom bipolar, meski memiliki watak dan suasana hati yang buruk juga gejala-gejala yang hampir sama dengan penderita gangguan jiwa namun perlu kita ketahui bahwa keduanya memiliki perbedaan. Sindrom bipolar tidak bersifat permanen bahkan memiliki harapan sembuh lebih cepat dibanding penderita gangguan jiwa.

Bipolar memang mengalami siklus mood yang berubah-ubah kadang senang, bahagia, terpuruk, berdiam diri, menutup diri, bahkan saat mengalami posisi yang sangat down mereka cenderung melakukan hal-hal nekad karena tidak dapat mengatasinya. Namun hal ini bukan berarti menjadi bukti bahwa seorang bipolar dianggap gila.

Mereka sama seperti orang normal lainnya, melakukan aktivitas, memiliki watak, rutinitas masih berpakaian rapih hingga terkadang kita tidak pernah menyadari adanya penderita bipolar di sekeliling kita. Saat bercengkrama hal-hal seperti mood yang sering berubah-ubah tidak pernah kita sadari sebelumnya. Namun ketika anda tengah menjadi teman karibnya atau menjadi sosok yang lebih spesial hal-hal seperti ini akan terasa nantinya. Lalu bagaimana sikap anda saat mengetahui bahwa teman anda memiliki kelainan bipolar?

Cara menghadapi orang yang memiliki kelainan bipolar

Jika anda menyukai seorang bipolar maka anda harus siap dengan segala resiko nantinya, dengan kata lain anda harus menjadi seorang penyabar dan peduli. Entah motif tujuan anda untuk bersahabat dengannya ataupun untuk menyukainya karena cinta maka konsistenlah. Jangan sampai kehilangan rasa ketika si dia mengalami perubahan emosi.

Bersikap santai saja, jangan mau kalah hingga saling egois satu sama lain. Jika begini ceritanya anda pun akan di cap seorang bipolar. Kuncinya adalah pahami kelemahannnya. Memahami kelemahan seorang bipolar memang sangat sulit dilakukan, Melihat bagaimana seorang bipolar cenderung memiliki kepribadian dan suasana hati yang berbeda-beda terkadang mungkin membuat anda bosan dan jenuh juga. Nah untuk meminimalisir hal tersebut lakukan sikap ini yang mungkin saja bisa membantu anda saat bercengkrama dengan penderita bipolar.

Cari waktu yang tepat.

Maksudnya pahami keadaan dia sekarang, jika dia sedang sedih, galau, bimbang dan sejenisnya. Jangan curhat dulu, atau jangan bercanda dulu. Pahami keadaannya dan cukup jadi pendengar saja jika memang dia membutuhkanmu untuk mendengar keluh kesahnya. Jika dia menyuruhmu untuk pergi maka pergi saja, namun tetap awasi dia dari kejauhan takut-takutnya rasa galau yang dia alami memicu adrenalinnya untuk melakukan hal-hal; yang berbahaya. Ketika dia mulai tenag, mulai tidak menangis lagi maka hibur dia hingga keadaan hatinya pulih, jangan minta dia menceritakan masalahnya itu hanya akan membuat dia terbayang-bayang hingga down kemabali. Jika sudah menemukan waktu yang tepat dengan sendirinya dia akan menceritakannya.

Sabar saat menghadapi perubahan pribadinya.

Mungkin ini sedikit berat tetapi bersabarlah dalam menghadapinya. Manusia memang tempatnya khilaf dan salah, jadi untuk selalu sabar itu mungkin akan sangat berat mengingat dorongan hawa nafsu manusia sering tidak terkendalikan.

Namun saat menghadapi seorang bipolar memiliki sikap sabar adalah kuncinya. Ketika dia menangis berada dalam kesedihan teruslah berada di sampingnya. Sabar. Jika dia sedang bahagia padahal kamu memiliki berita buruk maka tahan dulu tunggu waktu yang tepat dulu. Sabar. Jika dia menjadi seorang pribadi yang egois dan bengis, maka tinggalkan saja. Jika sudah kelewatan beri dia waktu untuk mencerna perilakunya itu.

Selalu perduli dan setia menemaninya.

Kata perduli disini bukan so care atau kepura-puraan. Kaya baik di depan di belakang beda lagi, tolong jangan. Sikap keperdulian yang harus anda tanamkan adalah kepedulian yang berasal dari dalam hati. Sikap perduli disini maksudnya lebih memahami keadaan hatinya, memberi solusi atas semua masalah yang sedang di hadapinya, tidak mudah marah, bersikap dewasa. Tunjukan kepadanya bahwa anda memiliki peranan penting untuk mengubah hidupnya, meski pengalaman kehidupannya dulu pahit maka ajak dia untuk menikmati sisi manis di belahan dunia ini.

Beri dia dukungan.

Setiap orang memiliki masalah-masalah yang berbeda-beda di kehidupannya, ini sudah menjadi fakta dan tidak bisa dipungkiri lagi, namun seperti yang kita ketahui jika penderita bipolar memiliki perubahan mood yang berbeda-beda dari waktu ke waktu, jika 30 menit yang lalu dia bahagia bisa jadi setelahnya dia menjadi pemurung.

Ini bukan tanpa sebab, bisa saja alasan dia sedih setelah melihat foto mantan pacarnya yang sedang berenang, mungkin saja dulu dia pernah di tenggelamkan oleh pacarnya hingga trauma. Sadis. Maka dari itu beri dia motivasi hidup, cari sumber-sumber titik sedihnya. Jika misalnya alasannya memang begitu maka jauhkan dia dari tempat berair. Ingat penderita bipolar rentan galau.

1 Comment

  1. Indian

    when MS ships Jquery with VS, they will also ship an updated JQuery intellisense hints file, with V21full’ help descriptions (tooltips). Cool. Also cool about the intellisense hints file – obviously useful for anyone building their own Jscript libraries…

    Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *